Kompol Yenny Diarty Jabat Wakapolres Banyuasin Sumsel, Pernah 4 Hari Sibuk Amankan Demo Omnibus Law

"Bu Yenni salah satu bukti bahwa kalau suatu saat kita akan dikalahkan oleh polwan, kalau tidak begerak naik pasti ketinggalan,"

Penulis: Mat Bodok | Editor: Refly Permana
sripoku.com/matbodok
Kompol Yenni Diarty disumpah sebagai Wakapolres Banyuasin menggantikan Kompol Rivanda yang akan menduduki posisi Kasat Narkoba Polrestabes Palembang 

Laporan wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Jabatan Waka Polres Banyuasin kini dijabat oleh sosok seorang polisi wanita (polwan), yaitu Kompol Yenni Diarti. Sebelumnya, polwan berhijab ini menjabat sebagai Kapolsek Ilir Barat (IB) I Palembang.

Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIK, mengucapkan selamat atas jabatan yang telah diberikan kepada Kompol Yenni Diarti. Danny juga mengucapkan selamat kepada Kompol Rivanda yang telah diangkat menjadi Kasat Narkoba Polrestabes Palembang

"Mutasi adalah hal yang biasa, jabatan yang telah diraih semua berkat usaha dan doa," kata AKBP Danny pada acara serah terima jabatan di Aula Polres Banyuasin, Selasa (10/11/2020). 

Baca juga: Tetangga Bersihkan Sisa Kematian Titi Warga Rusunawa IT I Palembang, Aneh tak Ada Aroma Amis

Diungkapkan AKBP Danny, Kompol Yenni Diarti sebagai polwan prestasinya bisa mengalahkan polisi pria. Hal ini bisa menjadi contoh dan motivasi untuk menjadi lebah baik. 

"Bu Yenni salah satu bukti bahwa kalau suatu saat kita akan dikalahkan oleh polwan, kalau tidak begerak naik pasti ketinggalan. Diharapkan dengan pendidikan dan pengalaman dapat membuat perubahan di Polres Banyuasin," harapnya. 

Sementara itu Wakapolres Banyuasin Kompol Yenni Diarti mengatakan, jabatan ini merupakan amanah dan perintah dari Kapolda Sumatera Selatan, maka akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 

Baca juga: Katalog Promo Indomaret Minggu Ini 11-17 November 2020, Minyak Goreng, Shampo, hingga Snack Murah!

"Bismillah ya, saya selaku Wakapolres yang baru semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik melanjutkan apa yang sudah dikerjakan Pak Rivanda selalu Wakapolres yang lama," tandasnya. 

Kompol Yenni Diarty saat menadi Kapolsek Ilir Barat I Palembang ikut mengamankan aksi penolakan UU Cipta Kerja di kantor DPRD Sumsel

Tak mengenal lelah, Kompol Yenni Diarty pun selalu memantau dan mengontrol aksi yang dilakukan baik di gedung DPRD Provinsi maupun di Simpang 5 DPRD Sumsel.

Kapolsek SU II Palembang, Kompol Yenny Diarty
Wakapolres Banyuasin, Kompol Yenny Diarty (SRIPOKU.COM/REIGAN)

Mengemban tugas sebagai Kapolsek, dikatakan Yenni merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan.

Baca juga: Di Sela Kawat Berduri, Wakapolrestabes Palembang AKBP Andes Bagikan Permen ke Pendemo UU Cipta Kerja

"Jabatan adalah amanah, amanah tentunya harus dipertanggungjawabkan yang mana sebaikanya sebagai anggota kepolisian harus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang baik dan humanis," kata Yenni Diarty saat dijumpai di sela-sela aksi, Senin (12/10/2020).

Masih dikatakannya, selama mengamankan aksi tidak ada duka yang ia rasakan. Selagi kerja dengan iklas, tulus dan penuh rasa syukur duka itu tidak akan dialami.

"Cobaan itu mau bahagia, sedih itu cobaan, tergantung bagaimana kita menanggapinya. Tidak menjadikan hal itu sebagai beban," kata Yenni.

Baca juga: Besok FPI, GNPF-Ulama & PA 212 Kepung Istana Tolak Omnibus Law, Ini Skenarionya

Masih dikatakan Kapolsek satu ini, sukanya selama mengamankan aksi demo yakni bisa berkenalan dengan seluruh elemen mahasiswa.

Selain itu juga bisa berkomunikasi dan berdiskusi langsung mengenai harapan mereka dalam menjalankan aksi.

"Kapasitas kami sebagai aparat penegak hukum tentunya mengamankan aksi tanpa menciderai mahasiswa dan aparat. Dan juga menjaga fasilitas negara agar tidak rusak.

Kompol Yenny saat mengamankan demo Omnibus Law di Simpang 5 DPRD Sumsel saat masih menjabat Kapolsek IB I Palembang.
Kompol Yenny saat mengamankan demo Omnibus Law di Simpang 5 DPRD Sumsel saat masih menjabat Kapolsek IB I Palembang. (sripoku.com/rere)

Kami mengimbau tetap lakukan orasi secara baik dan humanis, tidak melakukan tindakan melawan hukum, silakan menyampaikan aspirasinya tanpa melawan hukum," kata Yenni Diarty.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved