Breaking News:

Ini Amalan Tertinggi Derajatnya Melebihi Zakat, Sedekah & Jihad, Bahagia Orang yang Mampu Tiap Waktu

Berlomba-lomba demi mengerjakan amal sholeh ini bisa dilakukan melalui beberapa amalan.

SRIPOKU.COM/ANTON
Amalan Dzikir 

Akan tetapi, tahukah kamu amalan tertinggi derajatnya melebihi sedekah, zakat dan jihad di jalan Allah?

Amalan luar biasa ini dibagikan oleh Syekh Ali Jaber melalui kanal YouTube Syekh Ali Jaber.

Baca juga: Lakukan Amalan Ini Niscaya Dirindukan Allah, Ucapkanlah ini Maka Allah Hapus Dosamu bahkan Memujimu!

Dzikir.
Dzikir. (Quantum Bioenergi)

Baca juga: Amalkan 2 Kalimat Dzikir yang Sangat Ringan di Lidah, Niscaya Berat di Timbangan pada Hari Kiamat

Inilah amalan terbaik dan paling mulia di sisi Allah dijabarkan oleh Syekh Ali Jaber.

"Banyak ayat-ayat di dalam Alquran menjelaskan bahwa betapa luar biasa kemuliaan dan pentingnya dzikir untuk kita semua," ungkap Syekh Ali Jaber.

"Sebagaimana hadits yang dibawakan oleh Abdullah ibn abbas radhiallahi'anhu beliau berkata ada seorang laki-laki datang kepada Rasul ya Rasulullah amalan-amalan dan perintah-perintah dalam agama cukup banyak bagi saya nampaknya untuk orang tua, aku sudah merasa tidak mampu menguasai dan mengamalkan segalanya," jelasnya.

Tolong ya Rasulullah berikan kepadaku amalan yang aku bisa istiqomah dan aku megang tidak melepaskannya, Rasulullah Sholallahu'alaihiwasallam bersabda:

Basahi lidahmu dengan dzikir kepada Allah Subhanahuwata'ala

"Bahagia seorang yang mampu di setiap waktunya di setiap saat lidahnya tidak berhenti karena dia berdzikir pada Allah Subhanahuwata'ala," lanjutnya.

Baca juga: Amalan Ringan Niscaya Diperebutkan oleh 30 Malaikat untuk Mencatat Pahala Baca Doa Ini Berulang Kali

"Ada disebutkan suatu kisah Sayed Abu bakar saking banyaknya dzikir lidahnya tak bisa diam, sampe disebutkan dari kisah saya masih mencari tahu apakah itu riwayat bener atau tidak, tapi bener atau tidak bener itu cuma kisah bukan sesuatu yang bisa membentur ibadah atau sesuatu yang membentur amalan itu sebuah kisah," jelasnya.

"Jadi kisah beda sama hukum, harus dibedakan kisah beda sama hukum, ada kisah yang bisa kita ambil pelajaran bisa diterima bisa ditolak, tapi kalo yang bnetuk amalan atau hukum fiqh harus kita mengetahui apakah hadits itu benar atau tidak," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Tria Agustina
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved