Pembunuhan di Rusunawa Kasnariansyah

Fakta Lengkap Yanto Masuk Kamar Janda Cantik Dini Hari, Kepergok Anak dan Bunuh Korban, Akui Khilaf

Meski cukup sulit, namun usahanya berhasil, Yanto kemudian memasuki rumah bahkan sempat ke dapur korban untuk mengambil pisau

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa/handout
Fakta Lengkap Yanto Masuk Kamar Janda Cantik Dini Hari, Kepergok Anak dan Bunuh Korban, Akui Khilaf 

Saat ditanya bagaimana cara ia melakukan pembunuhan tersebut, Yanto dengan gelagap menjelaskan.

Karena dia membunuh korban di dalam kamar saat korban tengah tertidur bahkan dilihat oleh anak korban yang berumur 6 tahun.

Pelaku untuk menghindari CCTV, naik dengan cara memanjat lewat pipa air dan masuk lewat jendela yang tidak terkunci untuk kemudian masuk rumah korban.

Yanto juga menjelaskan detik-detik terjadinya pembantaian tersebut yang dilakukannya di rumah korban. Setelah dia membunuh korban dengan menusuk pisau ke leher korban, dia kemudian pergi.

"Sudah tuh main hp, ngerokok belum abis rokok aku masuk ke rumah lewat jendela kamar, laju aku ke dapur ke depan lagi nutup pintu ke dapur lagi nemu pisau langsung aku tujah, matilah dio," ujar Yanto.

Saat ditanya berapa kali ia menusuk korban, Yanto mengaku tak menusuk korban secara berkali-kali.

"Dak kutujah beberapo kali, khilaf, Nyesal aku pak, gara-gara bini aku," kata Yanto.
==

Anak Korban Jadi Saksi Detik-Detik Pelaku Habisi Ibunya

Sungguh ironis karena bocah berusia 6 tahun itu justru menyaksikan kematian ibunya tercinta, bahkan dalam kondisi meregang nyawa dan berdarah-darah.

Hal ini diungkapkan oleh paman korban Titi Handayani, Heriansyah (44).

Menurut Heriansyah (44), Pada saat kejadian, kedua anak korban menyaksikan langsung kejadian yang menewaskan ibunya tersebut.

Anak korban yang berusia 6 tahun yang menjadi saksi kunci saat kejadian pembunuhan tersebut.

Sebab dari anak korban berusia 6 tahun itulah, ketahuan jika pelakunya adalah Yanto.

"Waktu kejadian anaknya ini bilang om Yanto itu pelakunya," katanya.

===

Pelaku Loncat Lalu Patah Kaki

Yanto pelaku pembunuhan Titi Handayani saat dihadirkan di Polrestabes Palembang, Selasa (10/11/2020)
Yanto pelaku pembunuhan Titi Handayani saat dihadirkan di Polrestabes Palembang, Selasa (10/11/2020) (SRIPOKU.COM / Andi Wijaya)

Setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut, pelaku nekat melompat dari jendela belakang rumah korban yang tingginya sekitar 5 meter.

Salah seorang tetangga lain mengatakan, ada beberapa warga yang sempat melihat pelaku berlari pincang ke arah tembok belakang rusun yang batasi kawat besi.

Dikatakan saksi, bahwa pelaku nekat melompat batas kawat besi untuk berusaha melarikan diri.

"Kakinya patah karena melompat dari atas dan ada yang lihat dia lari pincang ke arah tembok yang ada kawat di belakang," kata tetangga korban.
==

Pelaku Ditangkap saat Hendak Kabur

Petugas dari Polsek IT I Palembang, kini telah mengamankan seorang pelaku pembunuhan yang terjadi di Rusunawa Kasnariansyah Palembang, Selasa (10/11/2020).

Kapolsek Ilir Timur 1, Kompol Hadirman, membenarkan kejadian tersebut.

"Ya benar ada pembunuhan, silahkan konfirmasi dengan Kanit Reskrim," kata Hadirman

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana membenarkan sudah mengamankan tersangka Yanto di seputaran pasar KM 5 Kota Palembang.

"Tersangka diamankan hendak menunggu jemputan mobil travel untuk kabur ke kawasan Pali," ungkap Anom saat mengelar perkara tersangka di Mapolrestabes Palembang, Selasa (10/11/2020).

Yanto merupakan pelaku pembunuhan terhadap Titi Handayani (36) janda beranak dua.

Peristiwa berdarah ini terjadi di Rusunawa Kasnariansyah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (10/11/2020) 02.00 dini hari.

Kapolrestabes Palembang mengatakan, karena sakit hati setelah dihujat kasar oleh korban.

Berawal istri tersangka, menghina korban dengan sebutan Janda, lalu korban marah dan menghujat tersangka.

Meski tersangka sudah meminta maaf. Korban terus memaki korban.

"Mereka ini bertetangga, tersangka sakit hati dengan omongan korban yang menghinanya dengan kata-kata kasar," tambahnya.

Malam itu pelaku naik rumah korban dan saat melewati dapur Lanjut Anom, tersangka melihat pisau dan dengan pisau dari dapur itulah pelaku menusuk korban dengan menggunakan pisau yang diambil dari dapur korban.

"Korban saat ditusuk sedang tidur, dan usai melakukan aksinya lari dengan melompat ke bawah hingga kakinya patah," tutupnya.
===

Korban Sosok Ramah dan Supel

Yanto dan Titi Handayani
Yanto dan Titi Handayani (Kolase SRIPOKU.COM)

Warga masih tak percaya jika korban sampai hati mengucapkan kata-kata kasar tersebut. Sebab Dimata warga, korban merupakan ibu yang sangat dewasa dan baik serta taat beragama.

Korban juga dikenal tidak mudah terpancing emosi ketika keributan terjadi.

Koran dikenal ulet karena dia Hidupi Anak Buka Warung

Korban Titi Handayani diketahui membuka usaha warung kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari di rumahnya.

Dia seorang janda dan hidup sendiri.

Usaha itu telah dijalani korban sejak tinggal di Rusunawa Kasnariansyah sekitar sejak 6 bulan lalu.

Warga mengaku sangat tidak menyangka dan syok atas kejadian itu.

Korban dan pelaku sama-sama dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah pada siapapun.

"Yanto kerjanya serabutan, kadang tukang bangunan, kadang apa saja. Sedangkan korban, orangnya baik sekali. Terlihat sekali orangnya berpendidikan dan sopan sama semua orang," tutupnya.

Korban Mau Menikah

Menurut warga rusunawa bernama Wati (35 tahun), korban belum setahun tinggal di Rusunawa.

Titi seorang janda ini tinggal bersama kedua anaknya yakni Z berusia 5 tahun dan anak keduanya yang masih bayi.

Selama ini, Titi dikenal supel dalam bergaul dan tidak mempunyai musuh dengan orang-orang yang tinggal Rusunawa.

“Untuk penghidupan dia (korban, red) membuka warung manisan. Karena dekat dengan saya, beberapa kali dia cerita akan menikah dengan calonnya bernama Okta."

"Belum tahu kapannya, tetapi sudah ada rencana dalam waktu dekat,” katanya, Selasa (10/11/2020).

Disaksikan Anak Korban yang Berusia 6 Tahun.(TIM)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved