Breaking News:

Dana Nasabah Bank Dibobol Orang Dalam, Begini Cara-Cara Pencegahannya

Lemahnya pengawasan internal bank,nsabah kurang peduli dengan keamanan data pribadi menjadi faktor timbulnya fraud dari internal bank

Editor: Azwir Ahmad
TRIBUN SUMSEL.COM/HARTATI
ilustrasi: Pelayanan nasabah bank 

SRIPOKU.COM, JAKARTA  - Lemahnya pengawasan internal bank dan kurangnya kepedulian nasabah atas keselaatan datanya merupakan faktor timbulnya kejahatan (fraud) internal bank.

Terkait kasus raibnya uang puluhan miliar milik nasabah di Maybank, Mas Achmad Daniri, Pengamat Kebijakan Good Covernance Corporate (GCG) mempertanyakan pengawasan internal bank . Karena pembobolan dana nasabah itu dilakukan oleh oknum internal bank yakni Kepala Cabang Maybank Cipulir.

Menurut Mas Achmad Daniri, menyimpulkan ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya kasus fraud oleh internal bank.
Yakni, lemahnya pengawasan internal bank dan juga kekurang-pedulian nasabah terkait keamanan datanya.

Menurut Mas Achmad, penerapan GCG itu harus dibarengi dengan sistem check and balance karena penerapannya melibatkan orang dan sistem. Keseimbangan itu bisa dilakukan dengan selalu melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap SDMnya disesuaikan dengan kemajuan zaman dan teknologi.

Untuk check atau kontrol bisa dilakukan misalnya menerapkan bertemu nasabah harus minimal tiga orang. Harus ada saksi yang berasal dari divisi lain saat melakukan pertemuan dengan nasabah.

"Jika check and balance ini dilakukan, tidak akan mungkin terjadi fraud. Jadi menurutnya saya penyebabnya itu adalah lemahnya kontrol dan juga ada faktor kelalaian dari nasabah," jelasnya.

Menurut pengamatan Daniri, sistem GCG pada industri perbankan Indonesia sebenarnya sudah bagus. Namun, kemungkinan yang jadi masalah yang harus ditinjau adalah dari sisi implementasinya.

Sistem GCG bank terkadang bisa overlap dengan sistem risk management dan sistem compliance. Kordinasi di antara ketiganya panjang dan membutuhkan biaya lebih besar.

Oleh karena itu, ia menilai perlu diterapkan integrasi Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Kepatuhan atau Good Governance, Risk Management, And Compliance (GRC). Dengan begitu tidak akan terjadi lagi tumpang tindih dan koordinasi menjadi gampang sehingga biayanya menjadi lebih murah.

"Dengan integrasi ini, setiap orang dengan bantuan teknologi, kalau tidak masukkan laporan pasti bisa ketahuan dalam sistem," lanjutnya.

Namun, hal paling utama dari awal yang bisa dilakukan bank mencegah fraud adalah dengan menerapkan prinsip know your costumer (KYC). Dari sisi nasabah, harus menerapkan prinsip know your bank. Lantarbelakang dan sistem dalam bank itu harus dipelajari sebelum memutuskan menempatkan uangnya di dalam satu bank.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul https://keuangan.kontan.co.id/news/cegah-fraud-ini-yang-harus-dilakukan-perbankan-menurut-pengamat

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved