Breaking News:

PTBA Cetak Laba Rp1,7 T Hingga Kuartal III Tahun 2020

Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Apollonius Andwie C, Jumat (6/11/2020), mengatawakan bahwa dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 12,8

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Sudarwan
Dok PTBA
Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Apollonius Andwie C 

Selain itu, PTBA berencana menggarap proyek pengembangan PLTS di lahan pasca tambang milik perusahaan yang berada di Ombilin, Sumatera Barat.

Lahan tambang yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu world heritage ini akan terpasang PLTS dengan kapasitas mencapai 200 MW.

Untuk konstruksi PLTS dilakukan dalam dua tahap dan pembangunan tahap pertama ditargetkan bisa rampung dengan kapasitas mencapai 100 Megawatt (MW).

Pembangunan tahap I saat ini dalam tahap perencanaan dan studi.

Pembangunan tahap I ditargetkan rampung pada 2023 dan akan dilanjutkan pembangunan tahap II, sehingga total kapasitas PLTS bisa mencapai 200 Megawatt.

Untuk Proyek Angkutan Batu Bara, sambung Apollonius, PTBA bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia mengembangkan proyek angkutan batu bara jalur kereta api dengan kapasitas 72 juta ton/tahun pada tahun 2025, termasuk jalur baru yang terdiri dari Tanjung Enim – Arah Utara dengan kapasitas angkut 20 juta ton/tahun, beserta fasilitas dermaga baru Kramasan yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2024.

Disamping itu kapasitas angkut 5 juta ton/tahun telah berhasil dioperasikan pada Dermaga Kertapati sejak Triwulan I-2020 dan akan meningkat menjadi 7 juta ton/tahun pada tahun 2021.

Lalu, jalur Tanjung Enim – Arah Selatan Tarahan 1, pengembangan kapasitas jalur eksisting menjadi 25 juta ton/tahun dan Tarahan 2 dengan kapasitas angkut 20 juta ton/tahun dan direncanakan akan beroperasi pada tahun 2025.

Pengembangan Kapasitas Angkutan Batu Bara dengan Pelindo II PTBA menandatangani Head of Agreement (HoA/Perjanjian Induk) dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk pengembangan kapasitas angkutan batu bara dan/atau komoditas lainnya melalui sungai dan pelabuhan di Sumatera Selatan.

Kerjasama pengembangan angkutan batu bara ini dilakukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan koridor ekonomi Sumatera Selatan sebagai lumbung energi nasional. (rilis)

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved