Breaking News:

Indikasi Praktik Bank Dalam Bank, Maybank Temukan Kejanggalan Kasus Raibnya Dana Nasabah

PT Bank Maybank Tbk menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus raibnya dana nasabah Winda Lunardi. Ada indikasi praktik bank dalam bank

Editor: Azwir Ahmad
Shutterstock
ilustrasi: Rekening Bank. 

SRIPOKU.COM - Kasus raibnya dana nasabah Bank Maybank atas nama Winda Lunardi dan Ibunya Fioletta Lizzy Wiguna senilai Rp 22,87 miliar, ternyata bukan masalah pembobolan yang sederhana.

PT Bank Maybank Tbk (BNII) menemukan adanya sejumlah kejanggalan dalam kasus pembobolan dana nasabahnya tersebut. Seperti  diungkapkan Kuasa Hukum Maybank Hotman Paris di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Menurut Hotman, kejanggalan pertama  adalah bahwa  dana di rekening Winda dan ibunya sejatinya sudah kosong sejak 2016, namun laporan kepada kepolisian baru dilakukan pada Mei 2020 lalu.

“Kalau seperti kasus Malinda Dee dia ambil uang nasabah digunakan secara pribadi selesai, sehingga bank harus ganti uang nasabah. Tapi Maybank ini kasusnya berbeda, ini bukan pembobolan sederhana, jika demikian pasti langsung akan kami ganti. Namun ada aliran dana dari nasabah ke sejumlah pihak termasuk orang tua nasabah, lantas peranan nasabah apa, kita lihat hasil penyidikan,” ujar Hotman.

Adapun National Head Anti Fraud Maybank, Andiko dalam kesempatan yang sama bilang Rekening Winda mulai dibuka pada 27 Oktober 2014 dengan setoran awal berasal dari transfer Ayahnya Herman Lunardi senilai Rp 2 miliar. Secara bertahap dana kemudian terhimpun hingga Rp 17,9 miliar.

Selanjutnya, rekening kedua kemudian dibuka oleh Fioletta Rp 5 miliar yang juga berasal dari transfer Herman Lunardi. Sehingga total dana menjadi Rp 22,9 miliar.

“Yang aneh adalah selama tabungan aktif, Winda dan Fioletta tak pernah memegang buku tabungan maupun ATM. Seluruhnya dipegang oleh tersangka A. Namun ada bukti penyerahan buku tabungan dan ATM yang ditandatangani oleh Winda,” jelas Andiko.

Andiko mengungkapkan, saat membuka rekening pun seluruh isian dilakukan oleh tersangka A, namun ada tanda tangan dari Winda. Atas hal ini pula Tersangka A bisa memiliki akses terhadap rekening Winda dan Fioletta.

“Diduga tersangka A ini melakukan praktik bank dalam bank (shadow banking), uang nasabah digunakan tersangka A untuk investasi. Namun ini kami serahkan kepada penyidik kepolisian,” sambung Hotman.

Kemudian, kejanggalan lainnya adalah, bunga rekening Winda dan Fioletta justru diberikan ke rekening Hendra Lunardi dari transfer rekening pribadi dan setoran tunai tersangka A. Nilainya pun berbeda jika mengacu bunga yang berhak diberikan.

Rekening Winda dan ibunya berhak atas bunga 7%, atau senilai Rp 1,2 miliar, namun uang yang disetor tersangka A kepada Hendra lunardi cuma senilai Rp 576 juta.

Pun sebelum dana di rekening Winda dan ibunya ludes, sempat ada pembelian polis asuransi Prudential senilai Rp 6 miliar. Kemudian sebulan berikutnya polis ditutup, dan anehnya uang justru dikembalikan ke rekening Hendra Lunardi senilai Rp 4,8 miliar.

“Ini alasan mengapa Maybank menunggu proses hukum. Harus diselidiki dulu siapa yang terlibat, kalau benar pembobolan sederhana Maybank pasti akan langsung ganti, namun jika ada pihak lain, tidak bisa dibayar begitu saja,” lanjut Hotman.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul https://keuangan.kontan.co.id/news/maybank-ungkap-kejanggalan-kasus-pembobolan-dana-senilai-rp-2287-miliar?page=all

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved