Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Terobos Hadangan Polisi, Pejambret di Ogan Ilir Terjatuh dari Motor Lalu Patah Kaki

Seorang tersangka jambret di Ogan Ilir ini kena batunya setelah merampas handphone milik seorang bocah.

Editor: Yandi Triansyah
ilustrasi
ilustrasi jambret hp 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Seorang tersangka jambret di Ogan Ilir ini kena batunya setelah merampas handphone milik seorang bocah.

Informasi yang dihimpun dari polisi, tersangka bernama Eka Harun (38) menghampiri seorang bocah pengendara sepeda motor di jalan lintas timur (jalintim) tepatnya di Desa Sungai Pinang I, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, pada Sabtu (7/11/2020) siang sekira pukul 14.30.

"Tersangka lalu merampas handphone korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Korban sempat melawan dengan mempertahankan handphone tersebut hingga jatuh dari motor," ungkap Kapolres Ogan Ilir, AKBP Imam Tarmudi didampingi Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara dan Kanit Pidum, Ipda Harri Putra, Minggu (8/11/2020).

Setelah korbannya jatuh dan handphone anyar yang masih dalam kotak itu dirampas, tersangka kabur mengendarai sepeda motornya ke arah Indralaya.

Sementara korban diketahui bernama Hanif (13 tahun) warga Desa Pinang Mas, Sungai Pinang itu melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Tanjung Raja.

"Mendapat laporan penjambretan, Polsek Tanjung Raja lalu berkoordinasi dengan Tim Opsnal Komodo Satreskrim Polres Ogan Ilir hingga dilakukan pengejaran terhadap tersangka," terang Imam.

Tim Opsnal Komodo pimpinan Ipda Harri Putra berjumpa dengan tersangka di jalintim tepatnya di Desa Sukaraja, Kecamatan Indralaya Selatan.

Meski diadang polisi, tersangka berusaha melarikan diri hingga terjatuh dari motor.

Tersangka yang mengalami luka dan patah kaki kanan tersebut tak menyurutkan emosi warga setempat untuk menghajar tersangka, sebelum akhirnya berhasil diredam polisi.

"Karena mengalami luka dan patah kaki, tersangka diberi perawatan di Puskemas Indralaya, untuk kemudian diproses lebih lanjut di Polsek Tanjung Raja," kata Imam.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti handphone merek Oppo A39 beserta kwitansi pembelian yang baru saja dibeli korban.

Sebuah sepeda motor matic yang dikendarai tersangka juga diamankan polisi.

"Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya bisa 9 tahun penjara," terang Imam.

Baca juga: AKSI Jambret di Jakabaring Palembang Semakin Meresahkan, Ibu-ibu yang Pulang Belanja Jadi Target

 

Baca juga: Seusai Beraksi di Keramaian, Teror dan Potong Tas Korban, Jambret Bermotor Raib di Jembatan Ampera

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved