Indonesia Kembali Alami Resesi, Ekonomi Kuartal III-2020 Minus 3,49%, Lebih Baik dari Resesi 1998

Ternyata akibat pandemi covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, ada sembilan negara yang mengalami resesi termasuk Indonesia

(SHUTTERSTOCK/ J.J GOUIN)
Ilustrasi aneka headline pemberitaan terkait resesi ekonomi akibat Covid-19 

SRIPOKU.COM - Beberapa hari terakhir ini masyarakat Indonesia disuguhkan dengan berita tentang resesi.

Ternyata akibat pandemi covid-19 yang terjadi di seluruh dunia, ada sembilan negara yang mengalami resesi.

Pemerintahan negara-negara dunia menerapkan kebijakan untuk menekan angka persebaran Covid-19.

Hal itu memberikan dampak ke perekonomian negara-negara dunia.

Pasalnya, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terhenti dengan diterapkannya pembatasan sosial atau lockdown di hampir seluruh negara di dunia.

Di Indonesia sendiri dilansir dari Kompas.com, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen (year on year/yoy).

Secara kuartalan, ekonomi sudah mulai tumbuh sebesar 5,05 persen dan secara kumulatif masih terkontraksi 2,03 persen.

Dibandingkan kuartal II-2020, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut membaik.

Pasalnya, pada kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni mencapai 5,32 persen.

"Dengan berbagai catatan peristiwa pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia kalau PDB atas dasar harga konstan kita bandingkan pada kuartal II-2019, maka ekonomi kontraksi 3,49 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi video, Kamis (5/11/2020).

Suhariyanto mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB kuartal III atas dasar harga berlaku Rp 3.894 triliun. Sementara itu, berdasarkan harga dasar konstan dengan tahun dasar 2010 adalah Rp 2.720,6 triliun Menurut pengeluaran secara tahunan (year on year/yoy), semua komponen mengalami kontraksi dengan konsumsi rumah tangga mencatatkan penurunan paling dalam.

Untuk diketahui, selain Indonesia, beberapa negara lain yang juga telah mengalami resesi di antaranya Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Australia, Uni Eropa, hingga Hong Kong.

Sementara itu di tahun 1998 lalu, BPS merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I tahun 1998 minus 12,23 persen dibandingkan semester yang sama tahun 1997.

Kepala BPS saat itu, Sugito Suwito, mengatakan, hampir semua sektor mengalami pertumbuhan negatif, kecuali sektor pertanian.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved