Breaking News:

Berurai Air Mata di Ruang Sidang, IRT di Palembang Ini Cerita ke Hakim Soal Perbuatan Kasar Suami

"Saya mendapat perlakuan kasar, hinaan dan caci maki serta pemukulan pak hakim," ujar korban dengan berurai air mata

sripoku.com/chairul nisyah
Korban (kiri) dan terdakwa (kanan) kasus KDRT saat berada di Pengadilan Negeri Palembang untuk menjalani sidang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) sekaligus korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi. Di hadapan suaminya yang berstatuskan terdakwa, perempuan ini secara gamblang menerangkan apa yang terjadi kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (4/11/2020).

Pada persidangan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak hanya mendatangkan korban sebagai saksi. Tetapi, ada lima saksi lainnya yang didatangkan untuk mengungkap fakta kasus KDRT, dimana terdakwa juga sudah melaporkan istrinya itu ke polisi dengan kasus yang sama.

Di hadapan tiga majelis hakim, korban berujar kepada majelis hakim bahwa ia telah mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari suaminya.

Baca juga: Warganet Janji akan Posting Telanjang Jika Joe Biden dari Partai Demokrat Memenangi Pilpres AS 2020

"Saya mendapat perlakuan kasar, hinaan dan caci maki serta pemukulan pak hakim," ujar korban dengan berurai air mata saat memberikan kesaksiannya, Rabu (4/11/2020).

Kesaksian itu dibenarkan oleh Nurmala, SH. MH, selaku kuasa hukum GT dan menyebut bahwa ucapan kliennya dilengkapi dengan bukti hasil visum.

"Dari keterangan saksi dan bukti visum sudah jelas bahwa terdakwa bersalah. Namun kita kembalikan ke majelis hakim saat ini sidang masih berjalan, nanti kita lihat lagi fakta-fakta persidangan," ujarnya.

Sementara itu, terdakwa yang juga dihadirkan langsung dalam persidangan,
secara tegas membantah keterangan istrinya.

Baca juga: KPU Musirawas Sediakan Bilik Khusus Bagi Pemilih yang Suhu Tubuhnya di Atas Normal

Pria yang kini berstatus tahanan Kejari Palembang itu berujar, pengakuan istri tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.

"Maka dari itu saya juga sudah melaporkan balik dia. Tapi jujur, saya juga bingung kenapa sampai saat ini belum juga ada tahap dua terkait laporan itu.

Jaksa juga harusnya bisa berimbang pada saya. Biar persidangan mengungkap mana yang benar dan mana yang salah," ujarnya.

Baca juga: Cara Kembalikan Pesan WhatsApp yang Keburu Dihapus Sebelum Dibaca, Pakai Saja Trik Sederhana ini!

Halaman
12
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved