Breaking News:

UU Cipta Kerja

Presiden Teken Omnibus Law UU Cipta Kerja, Sah Berlaku sebagai UU Nomor 11 Tahun 2020

PRESIDEN Joko Widodo akhirnya memberlakukan Undang-undang omnibus law (UU) Cipta Kerja, setelah menanda-tanganinya.

Editor: Sutrisman Dinah
SRIPOKU.COM/Nadyia Tahzani
Ilustrasi : OMNIBUS LAW 

Kewenangan itu dtercantum dalam pasal 57 ayat(1) dan (2) UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Kemudian, MK akan memutuskan terkait UU Cipta Kerja dibatalkan secara keseluruhan, atau pembatalan pasal-pasal yang dianggap bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

Sebenarnya tidak ada alasan bagi Presiden untuk tidak menanda-tangani pengesahan UU Cipta Kerja. Selain RUU diajukan oleh pemerintah dan dibahas di DPR RI, RUU Cipta Kerja tersebut telah disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020.

Selanjutnya, naskah RUU yang disahkan tersebut diserahkan kepada Sekretariat Negara untuk disahkan dan ditanda-tangani presiden. Kemudian, UU yang telah ditanda-tangani itu secara normative berlaku, dan selanjutnya diumumkan dalam Lembaran Negara RI agar diketahui oleh publik.

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia menyatakan, apabila Presiden tidak meneken UU yang telah disahkan DPR RI  dalam rentangn waktu 30 hari, maka UU Cipta Kerja tetap sah dan mewajibkan pemerintah untuk mengundangkannya melalui Lembaran Negara RI. 

Dengan demikian seluruh ketentuan dalam UU Cipta Kerja mulai berlaku sejak 2 November 2020.

Naskah final omnibus law UU Cipta Kerja yang diunggah di situs resmi Kemensetneg berisi 1.187 halaman. Sebelumnya diketahui jumlah halaman UU Cipta Kerja kerap berubah-ubah.

Mulanya di situs DPR (dpr.go.id), diunggah draf RUU Cipta Kerja dengan jumlah 1.028 halaman. Kemudian, di hari pengesahan RUU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020, dua pimpinan Badan Legislasi DPR memberikan draf setebal 905 halaman.

Kemudian, beredar versi 1.035 halaman yang dikonfirmasi oleh Sekjen DPR Indra Iskandar pada 12 Oktober 2020.

Sehari kemudian, 13 Oktober 2020, DPR kembali mengonfirmasi mengenai versi 802 halaman, dengan isi yang disebut tidak berbeda dengan versi 1.035 halaman.

Draf setebal 1.187 halaman beredar setelah pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Muhammadiyah mengungkapkannya ke publik.****

__________________ 
Sumber:  Kompas.comhttps://nasional.kompas.com/read/2020/11/02/23483311/breaking-news-diteken-jokowi-akhirnya-uu-cipta-kerja-resmi-berlaku 

Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved