Breaking News:

Berita Palembang

Herman Deru : Gemar Membaca Kunci Kesuksesan

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengapresiasi atas digelarnya Festival

Editor: Yandi Triansyah
Dokumen Pemrov Sumsel
Herman Deru saat membuka Festival Literasi bertempat di Griya Agung Palembang, Senin (2/11/2020). 

Gemar membaca ini harus diseberluaskan karena membaca ini salah satu kunci sukses," terang HD.

Namun di kesempatam ini juga ada hal yang paling penting diingatkan oleh HD kepada para pemuda adalah untuk terus berinovasi, mengejar informasi dan teknologi tapi jangan pernah meninggalkan kearifan lokal. 

"Kita boleh modern, kita boleh ikut perkembangan dunia ini tapi kita jangan pernah tinggalkan kearifan lokal sebagai ciri khas warga Sumsel. Kita jangan pernah malu menampilkan kearifan lokal bahkan ini kita harus pertahankan," tutup HD.

Sementara itu, Duta Literasi Provinsi Sumsel Hj. Percha Leanpuri mengatakan festival literasi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2020. 

Literasi sekarang menurut Percha bukan hanya sekedar kemampuan menulis dan membaca tapi pada era sekarang mulai bergeser bagaimana sebagai individu melakukan pemahaman dari apa yang dibaca dan menulis serta menggambarkan dari aktivitas sehari-hari, sehingga lanjutnya definisi literasi ini menunjukan paradigma baru dalam upaya memaknai literasi dan pembelajarannya. 

"Literasi memiliki banyak variasi seperti literasi media, bagaimana para media dan juga kita (para pembaca) dapat memahami dan memaknai isi media tersebut dan tidak tergiring berita -berita hoaks. Seperti juga contohnya Literasi Keuangan yang dilalukan pihak perbankan melalui prodak -prodak yang dikenalkan kepada masyarakat. Kemudian Literasi komputer, Literasi Sains, Literasi Sekolah dan hal lainnya," ungkapnya.

Lebihn lanjut Percha menyebut, hakikat berliterasi secara kritis dalam masyarakat demokratis dapat diringkas diantara adalah memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, mentransformasi teks yang di baca. Kesemuanya, menurutnya merujut pada kompetensi dan kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.

Sebagai Duta Literasi Sumsel, dia juga telah banyak  melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dengan bersama Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel termasuk Festival Literasi kali ini.

"Kita juga sebelumnya telah mengemas acara-acara literasi seperti tahun lalu ada pameran buku (gowes literasi), trauma hiling kepada anak-anak terdampak kebakaran di Kabupaten Lahat, melakukan kunjungan keperpustakaan Desa di Sumsel serta memberikan bantuan buku bagi komunitas baca yang membutuhkan koleksi bukunya," pungkasnya.

Dalam Festival Literasi kali ini bukan hanya di tampilkan pameran buku dan pemberian Pojok Baca ke 12 Kabupaten/Kota Sumsel tapi juga diresmikannya Aplikasi Dairy Sumsel yang merupakan Aplikasi Perpustakaan Digital Sumsel.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved