Breaking News:

Berita Palembang

Herman Deru : Gemar Membaca Kunci Kesuksesan

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengapresiasi atas digelarnya Festival

Dokumen Pemrov Sumsel
Herman Deru saat membuka Festival Literasi bertempat di Griya Agung Palembang, Senin (2/11/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengapresiasi atas digelarnya Festival Literasi, menurutnya kegiatan ini sebagai terapi bagi  para pemuda agar tidak pernah berhenti untuk berkreasi serta berinovasi meskipun di masa pandemi Covid-19. 

Apalagi dia melihat festival literasi kali ini mengangkat tema multiliterasi mengembangkan kreativitas meningkatkan inovasi. 

"Jadi jangan sampai kreativitas terhenti dan tersumbat bahkan inovasinya tidak bermanfaat. Saya yakin banyak sekali pemuda kita yang punya bakat," kata Gubernur Herman Deru saat membuka Festival Literasi bertempat di Griya Agung Palembang, Senin (2/11/2020).

Di penyelenggaraan festival literasi Sumsel hari ini lanjut HD ada inovasi dan terobosan-terobosan baru hal ini juga membuktikan bahwa masyarakat tidak pasrah dan berdiam diri di dalam menghadapi covid-19.

"Kita ketahui bersama bahwa pandemi ini menjangkit di 215 Negara termasuk di Indonesia. Tapi cara mengatasi berbeda-beda dan tidak ada yang sama tergantung situasi masing-masing.

Di Sumsel karena persepsi yang sama sehingga ekonomi provinsi ini tetap tangguh di bandingkan provinsi lain. Hal itu dikarenakan aktivitas, kreativitas tidak terkena dari corana sebab kita ingin selalu berbuat," ungkap HD.

Apa yang telah diperbuat dan digagas oleh Duta Literasi Sumsel Hj. Percha Leanpuri  bersama instansi terkait, HD mengaku luar biasa karena kegiatan ini mengundang kreativitas-kreativitas terpendam selama ini  tidak dapat ditampilkan akibat sarana yang kurang dan informasi yang tersumbat maka para pemuda saat ini dapat memanfaatkan Festival Literasi tersebut.

Dihadapan para ratusan siswa-siswi yang hadir, HD menilai Literasi ini bukan hanya membaca dan menulis tapi memahami dari apa yang mereka baca dan mengimplementasikannya.

Apalagi saat ini sudah didirikannya pojok baca hal ini juga sebagai pemantik untuk gemar membaca. 

"Kita harus mendoktrin agar anak-anak harus membaca tapi dengan cara yang benar agar anak-anak tidak menghindari bacaan.

Halaman
12
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved