Breaking News:

UU Cipta Kerja

Pengunjukrasa Diingatkan Waspadai Penularan Virus Corona, Demo Hari Senin

BURUH kembali menggelar aksi untuk menolak UU omnibus law Cipta Kerja di Jakarta, Senin (2/11). Kepolisian ingatkan rawan penularan Covid-19

Editor: Sutrisman Dinah
kompas.com
Unjukrasa mahasiswa dan buruh menolak RUU Cipta Lapangan Kerja di Jakarta, Selasa (20/10) lalu 

SRIPOKU.COM --- Aksi unjukrasa terkait menolak pengesahan Undang-undang omnibus law UU Cipta Kerja dan kebijakan UMP (upah minimum provinsi) tahun 2021, akan dilakukan ribuan buruh digelar di Jakarta, Senin (2/11).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, meminta pengunjukrasa waspada. Kerumunan massa dalam jumlah besar, dan situasi ini rasa terjadi penularan wabah virus corona atau Covid-19.

“Kita lihat besok jumlah massanya. Yang jelas kita siapkan pengamanan,” kata Yusri.

Terkait aksi unjuk rasa tersebut, Yusri mengharapkan peserta unjuk rasa untuk mentaati protokol kesehatan Covid-19. Dikatakan, angka penularan virus di Ibu Kota masih tinggi.

“Covid-19 di Jakarta masih tinggi. Jadi kita harapkan antisipasinya,” kata Yusri di Jakarta, Minggu (1/11).

Yusri meminta masyarakat untuk bisa menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak mudah terprovokasi. “Jangan sampai nanti masuk kelompok-kelompok yang memang anarkis yang biasa ingin bikin rusuh,” katanya.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau agar massa tidak berunjukrasa  karena akan terjadi kerumunan dan rawan penularan virus covid 19. 

“Kami imbau untuk mempertimbangkan tata cara penyampaian aspirasi, kondisi pandemi dan kasus yang masih tinggi. Utamakan selalu kepentingan kesehatan masyarakat,” kata jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat dikonfirmasi di Jakarta.

Sementara Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menyarankan agar masyarakat tidak berunjukrasa. Angka penularan Covid-19 belum melandai.

“Iya, demonstrasi sangat berpotensi timbul penularan Covid-19. Karena di situ masyarakat berkumpul dan bepotensi adanya penularan,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved