Breaking News:

Alasan Cerdas BJ Habibie Melepas Timor Leste dari Masa Lalu Mendapat Respon Baik dari Belahan Dunia

Namun kegembiraan berubah menjadi duka setelah militer Indonesia dan milisinya menyerbu dengan menghancurkan

KOMPAS/RADITYA HELABUMI
BJ Habibie 

SRIPOKU.COM - Salah satu kebijakan sarat akan polemik yang diputuskan Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie, adalah referendum atau melepaskan Timor Timur (TimTim) dari Indonesia.

Dalam buku berjudul Detik-Detik yang Menentukan, Habibie menceritakan mengapa bumi Loro Sae ini harus menjadi bagian dari Indonesia atau justru menjadi negara yang merdeka.

Seperti diketahui, Timor Leste telah memutuska untuk memisahkan diri dari Indonesia sejak 20 tahun silam.

Pada 30 Agustus 1999, hampir 80 persen rakyat Timor Timur memilih berpisah dari Indonesia.

Referendum yang didukung PBB itu mengakhiri konflik berdarah sekaligus mengakhiri kependudukan mereka sebagai Warga Negara Indonesia.

Memberikan jalan bagi rakyat Timor Leste untuk meraih kemerdekaan.

Tribunnews
Tribunnews ()

Baca juga: Ditanya Lagi di Mana, Pria di Palembang Ini Pukuli Istrinya, Sempat Pamit ke Rumah Istri Mudanya

Baca juga: Bill Gates: Pandemi Memburuk Sebelum Membaik, Perubahan Prilaku Saja Tidak Cukup Perlu Inovasi

Baca juga: Kisah Marbot Masjid Ikut Tes Akmil 10 Kali Baru Bisa Lulus, di Depan Jenderal Andika Sebut Kopassus

Dilansir dari AFP via Kompas.com, pendudukan Timor Leste memantik aksi penindakan memilukan selama 24 tahun yang menelan nyawa 250.000 baik karena perang, kelaparan, hingga penyakit.

Namun kegembiraan berubah menjadi duka setelah militer Indonesia dan milisinya menyerbu dengan menghancurkan infrastruktur mereka, serta memaksa ratusan ribu orang mengungsi, dan membunuh 1.400 orang.

Timor Leste, negara yang sebagian besar dari 1,3 juta penduduknya memeluk agama Katolik, baru diakui secara internasional tiga tahun setelah pemungutan suara.

Tidak seperti Indonesia yang dijajah Belanda, negara yang menjajah TimTim adalah Portugal.

BJ Habibie meninggal
BJ Habibie meninggal (KOMPAS/RADITYA HELABUMI)
Halaman
1234
Penulis: fadhila rahma
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved