Breaking News:

Hikmah Memperingati Maulid Nabi Muhammad, Cinta Umat yang Bisa Hidupkan Semangat Juang Islam

Tujuan pringati Maulid Nabi adalah untuk mempertebal kecintaan umat kepada sang Nabi, sehingga dapat mengidupkan semangat juang Islam.

Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Welly Hadinata
Qiswah Tour
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM - Tepat hari ini Kamis, 29 Oktober 2020 umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Maulid Nabi diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Maulid Nabi menjadi perayaan yang berkembang di masyarakat setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Menurut tinjauan sejarah, pimpinan Dinasti Ayyubiah yakni Salahuddin Al Ayyubi-lah yang mengimbau agar kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiul Awal dirayakan secara massal.

Tujuannya adalah untuk mempertebal kecintaan umat kepada sang Nabi, sehingga dapat mengidupkan semangat juang Islam.

Oleh sebab itu, perayaan Maulid Nabi sifatnya bid’ah hasanah, yakni sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi maupun para sahabatnya, namun perbuatan tersebut memiliki nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan Al-Quran dan hadis.

Baca juga: Hukum Memperingati Maulid Nabi Menurut Ustaz Adi Hidayat, Menentang Kelahiran Nabi Keluar dari Islam

Di berbagai tempat seperti masjid hingga balai kota, perayaan Maulid Nabi di Indonesia selalu meriah. Ini adalah bukti kecintaan umat Muslim terhadap Nabi Muhammad.

Melansir Tribunnews, Dosen Tafsir Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Ahmadi Fathurrohman Dardiri SThI MHum, menjelaskan mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Maulid artinya kelahiran, sementara Maulud itu artinya orang yang dilahirkan," jelas Ahmadi.

Menurutnya, istilah keduanya sama benarnya, intinya kita memperingati sosok kelahiran seorang yang penting bagi kita, terutama sebagai seorang muslim.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved