Breaking News:

Fisip Unsri Gelar Webinar Keterlibatan TNI dalam Penaganan Terorisme

Prodi Hubungan Internasional Fisip Universitas Sriwijaya dan MARAPI menggelar webinar “Penugasan TNI dalam Penanganan Aksi Terorisme ".

Tangkap layar di Zoometing
Prodi Hubungan Internasional Fisip Universitas Sriwijaya dan MARAPI menggelar webinar “Penugasan TNI dalam Penanganan Aksi Terorisme ", Jumat (23/10/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rencana pemerintah melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di dalam upaya pemberantasan terorisme menuai pro dan kontra.

Seperti diketahui, pemerintah telah merampungkan penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Aksi Terorisme.

Karena itu, Prodi Hubungan Internasional Fisip Universitas Sriwijaya dan MARAPI menggelar webinar “Penugasan TNI dalam Penanganan Aksi Terorisme ", Jumat (23/10/2020).

Anggota Komisi I DPR RI, Dr TB Hasanuddin, S.E.MM mengatakan tahun 2004 dirinya terlibat dalam melahirkan UU TNI yang ada didalam pasalnya pemberantasan teroris tapi berdasarkan kebjakan politik negara atas persetujuan Presiden dan DPR.

"TNI tidak punya fungsi dalam penegakan hukum dan anggaran TNI hanya dari APBN," jelas dia.

Ia mengatakan dalam hal ini, ia pun sudah menyampaikan kepada pihak terkait agar rancangan tersebut dapat disinkronkan dengan masyarakat, UU TNI dan UU tentang pemberantasan teroris agar fungsi TNI dapat sejalan dengan aturan yang ada.

Ketua Umum AIHII, Dr Yusran dalam sambutannya mengatakan tema yang dibahas dalam webinar yang digelar oleh Universitas Sriwijaya (Unsri) ini angat seksi.

"Saat ini memang tengah hangat dibicarakan rencana keterlinatan TNI dalam menangani terorisme dan ini sangat baik sekali," jelas dia.

Ia mengatakan pelibatkan TNI sudah ada dalam rancangan Perpres yang disampaikan dewan dan mendapatkan masukan.

"Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ini yakni upaya TNI diharapkan tidak masuk dalam pelanggaran HAM, upaya TNI perlu pembatasan terkait upaya penaganan terorisme agar tdak mempengaruhi fungsi sebelumnya," tegas dia.

Sementata itu, Dekan Fisip Unsri Prof. Dr. Kgs Muhammad Sobri, mengatakan melalui kegiatan ini dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran atau masukan terbaik untuk masalah ini.

"Jadi memang perosalan keterlibatan TNI ini menjadi hal yang harus diselesaikan atau ada titik terang atau titik temu antar kepentingan semua pihak dan negata secara keseluruhan sehingga TNI bisa berperan dan tak menjadi kontra dalam penangangan terorisme," pungkas dia.

Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved