Breaking News:

Massa Aksi Bawa Keranda Mayat Desak Oknum ASN di Pemkab Banyuasin yang Teguk Miras untuk Mundur

Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Gabungan Lembaga dan Ormas Banyuasin Bersatu (GLOBB) mendatangi kantor DPRD Banyuasin.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Refly Permana
sripoku.com/matbodok
Massa aksi mengangkat keranda mayat, sebagai simbol bahwa kebobrokan ASN di kantor Sekwan DPRD Banyuasin, yang menjadikan perkantoran sebagai warung minuman keras. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SROPOKU.COM, BANYUASIN - Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Gabungan Lembaga dan Ormas Banyuasin Bersatu (GLOBB) mendatangi kantor DPRD Banyuasin.

Massa tadi mendesak agar oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meminum minuman keras (miras) diberhentikan dari ASN.

Massa menuntut sanksi berat, pemecatan lantaran telah dianggap menodai citra pemerintahan yang bersih, Senin (19/10/2020). Spanduk dan tulisan di kertas karton tanda dukungan massa tadi.

Baca juga: Mengenal Sulistiani Satu-satunya Komisioner Perempuan di KPU OKU Timur, Pernah Dikepung Preman

Lebih lagi, massa menggotong keranda mayat sebagai simbol kebobrokan di kantor seketaris dewan (Sekwan) DPRD Banyuasin, yang telah dijadikan tempat minuman keras oleh oknum ASN. Keranda tadi sebagai hadiah dari masyarakat

Koordinator aksi, Ismail selaku Ketua Lembaga Nusantara Ekspres melalui Ari Anggara SH mengatakan, aksi damai ini bertujuan untuk memberikan arahan dan pendoman bagi para pejabat ASN dalam bersikap.

Demikian dijelaskan Hari Daya mengungkapkan, oknum pejabat tersebut diduga telah melanggar perda Banyuasin nomor 33 tahun 2005, tentang larangan menyalah gunakan peruntukan tempat tertentu dan fasilitas umum bagi perbuatan maksiat di Kabupaten Banyuasin.

Baca juga: Demi Masa Depan Pemain Sriwijaya FC Ini Harus Tunda Agenda Setiap Malam Minggu

"Sebagaimana tertuang dalam ketentuan umum, diduga telah melanggar Perda No 10 tahun 2009 tentang ketertiban umum dan ketentraman sebagai mana tertuang dalam pasal 26 poin 2," sebut Haridaya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Banyuasin, Zakirin menanggapi, adanya aksi ini sebagai bentuk laporan masyarakat.

Untuk hukuman yang dikenakan yaitu, berdasarkan peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2004 tentang pembinaan dan disiplin pegawai, nanti akan kita kaji dari situ dan kita berikan kepada oknum ASN tersebut.

Baca juga: Wanita Ini Terima Mahar yang Pecahkan Rekor Jeneponto, Hal Janggal Seperangkat Alat Sholat Disoroti!

"Sanksinya ada tiga yakni, hukuman berat l, hukuman sedang, dan hukuman sedang, tergantung dari hasil pemeriksaan," tandasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved