Breaking News:

Mari Kita Simak Bersama sama 'Makna Sebuah Titipan', Puisi Terbaik Karya Penyair Kenamaan WS Rendra

Dr.H.C Willibrordus Surendra Broto Rendra, S.S., M.A. atau W.S. Rendra adalah penyair, dramawan, pemeran dan sutradara teater berkebangsaan Indonesia

Universitas Bina Darma
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM, JATENG - Siapa tak kenal WS Rendra. 

Dr.H.C Willibrordus Surendra Broto Rendra, S.S., M.A. atau dikenal sebagai W.S. Rendra adalah penyair, dramawan, pemeran dan sutradara teater berkebangsaan Indonesia. 

Lahir pada tanggal  7 November 1935 di Surakarta 

Meninggal dunia pada 6 Agustus 2009 di Kota Depok.

Sejak muda, dia menulis puisi, skenario drama, cerpen, dan esai sastra di berbagai media massa.  (Wikipedia).

Berikut ini adalah puisi yang ia buat dengan judul 'Makna Sebuah Titipan'. 

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
bahwa mobiku hanya titipan-Nya
bahwa rumahku hanya titipan-Nya
bahwa hartaku hanya titipan-Nya
bahwa putraku hanya titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah, maka selayaknya derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
 

https://jateng.tribunnews.com/ 2020/10/16/puisi-makna-sebuah- titipan-ws-rendra

Editor: aminuddin
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved