Breaking News:

Penanganan Virus Corona

Digitalisasi Cara Bank Indonesia Kembalikan Ketangguhan UMKM di Masa Pandemi Covid-19

Bank Indoensia mencatat krisis ekonomi sebelumnya UMKM terbukti tangguh dan menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia yang mampu bertahan dikrisis

Tribunsumsel/Tatik
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Bank Indonesia mencatat krisis ekonomi sebelumnya, UMKM terbukti tangguh dan menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia yang mampu bertahan ditengah badai krisis.

Kondisi ini sangat berbeda dengan masa Pandemi Covid-19 saat ini.

Surutnya kegiatan ekonomi masyarakat dan terganggunya jalur distribusi telah berdampak kepada kinerja UMKM, antara lain berupa penurunan omzet, terganggunya kontinuitas produksi dan terkendalanya akses kepada bahan baku sehingga tidak sedikit dari UMKM kita yang terpaksa harus menutup usahanya.

Namun demikian, ada pula UMKM yang mampu bertahan dan memanfaatkan peluang-peluang baru yang muncul di masa pendemi ini dengan terus berinovasi dan mulai memanfaatkan pemasaran secara digital.

Dalam mendorong kebangkitan UMKM, Bank Indonesia melaksanakan fasilitasi dan pengembangan UMKM dalam beberapa aspek, yaitu aspek produksi berupa kurasi produk kreatif, aspek pemasaran berupa fasilitasi akses perluasan pasar melalui capacity building dan pameran.

Baca juga: BLT Untuk UMKM Rp 2,4 Juta Diperpanjang Sampai November, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Baca juga: Pelaku UMKM Terapkan Strategi Digital Marketing, Adaptasi Perubahan Masa Pandemi

Fasilitasi UMKM yang mendukung ekspor dan pariwisata, dan fasilitasi UMKM digital dengan menghubungan UMKM dengan digital payment dan e-commerce. Termasuk juga meningkatkan akses kepada pembiayaan.

"Program pengembangan UMKM yang telah dilaksanakan oleh Bank Indonesia saat ini antara lain difokuskan pada pelatihan digitalisasi UMKM," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Hari Widodo di sela Webminar daring, Sabtu (17/10/2020).

Program digitalisasi UMKM saat ini sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) untuk mendukung bangkitnya ekonomi kreatif khususnya melalui produk fashion lokal, kriya dan makanan daerah.

Hari menambahkan, meski masih dalam kondisi perekonomian yang melambat, kita harus tetap optimis, karena beberapa indikator ekonomi mulai menampakkan tanda-tanda perbaikan, khususnya di Sumatera Selatan.

Kinerja ekspor kita yang mulai membaik dan kegiatan investasi yang juga mulai pulih.

Demikian pula dengan kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh Pemerintah Daerah untuk mengakselerasi belanja pemerintah serta mulai dilakukannya kegiatan pembangunan infrastruktur, serta dibukanya kegiatan sektor ekonomi yang aman dan produktif, diharapkan akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di triwulan III dan periode-periode berikutnya.

Era New Normal, menuntut adaptasi pada kebiasaan dan kondisi tatanan sosial dan ekonomi yang baru, termasuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Era New Normal juga telah dan akan melahirkan peluang-peluang baru dan bahkan peradaban baru yang Insya Allah lebih baik, dan akhirnya kita memerlukan optimisme baru untuk menggerakkan dan membangun perekonomian kita.

"Insya Allah, New Normal, New Opportunity and New Optimism ini akan menjadi motivasi kita bersama dalam membangun Sumatera Selatan yang kita cintai sebagai bentuk kontribusi kita menuju Indonesia maju," tutup Hari Widodo.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved