Breaking News:

Tolak RUU Cipta Kerja

Aksi para ‘Dukun’ Tolak Omnibuslaw

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia, Jumat (16/sore) berunjukrasa di depan Istana Presiden. Unjukrasa dibubarkan hujan deras.

Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi demonstrasi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan gedung DPR, Jakarta. 

SRIPOKU.COM --- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) menggelar unjukrasa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha Jakarta Pusat, Jumat (16/10). Mahasiswa kembali menyatakan menolak pengesahan Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja.

Aksi yang berlangsung sekira 2 jam 30 menit itu, dan berakhir  sekitar pukul 16:32 WIB karena diguyur hujan deras.

Dalam aksi itu, mahasiswa kembali mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu (Peraturan Pemerintah  Pengganti Undang-undang) untuk mencabut pengesahan RUU Cipta Kerja yang disahkan dalam Sidang Paipurna DPR RI, 5 Oktober lalu.

Mahasiswa jugab menyatakan #MosiTidakPercaya pada Pemerintah dan DPR RI. Aksi mahasiswa yang terkonsentrasi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha ini turut dihadiri sejumlah dukun.

Ada dukun dari Gunung Kidul, dukun dari Gunung Kawi, dukun dari Banten, dan dukun-dukun lainnya. Kompak berpakaian serba hitam, membawa semacam sesajen, dupa, dan sebuah keranda mayat. Dukun-dukun itu turut menyuarakan penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

Baca juga: IDI: Awas Tertular Covid-19 Saat Unjukrasa, Lakukan Ini

Melalui keranda mayat, "dukun-dukun" itu menyerukan kematian demokrasi, dan menyebut bahwa omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja sebagai undang-undang goib.

“RIP Demokrasi Indonesia, Omnibus Law UU Goib,” dikutip Tribun Network sebagaimana tertulis di keranda mayat yang dibawa dukun-dukun itu. Di sisi lain keranda mayat tertulis, “RIP Hati Nurani DPR, Tolak Omnibus Law.”

Saat dihampiri Tribun Network di sela-sela aksi, mereka mengaku bahwa mereka bukanlah dukun. Mereka berasal dari aliansi Api Kartini, Serikat Pekerja Miskin Indonesia (SRMI), dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi.

Dukun dari Gunung Kidul itu menyebut, aksi berpakaian menyerupai dukun ini merupakan bagian dari unjukrasa menolak RUU Cipta Kerja. “Kami bukan dukun beneran, ini hanya bagian dari aksi. Semacam teaterikal gitu,” katanya.

Sebelum massa dari BEM SI menyatakan akan berunjukrasa di Istana Kepresidenan, kawasan jalan ditutup. Sehingga, aksi tersebut terkonsentrasi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang berjarak sekira 1 km dari Istana.

Halaman
12
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved