Tokoh KAMI Ditangkap

Tokoh KAMI Ditampilkan dengan Tangan Diborgol, Syahganda Teriakkan “Merdeka!”

Delapan petinggi dan tokoh KAMI yang ditahan di Bareskrim Polri ditampilkan di hadapan wartawan, dengan tangan diborgol.

Editor: Sutrisman Dinah
Tribunnews.com
Tokoh KAMI ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri 

SRIPOKU.COM – Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI (Bareskrim Polri) merilis penangkapan delapan petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Kamis (15/10) siang.

Rilis pengungkapan kasus tersebut berlangsung di Gedung Utama Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Seluruh tersangka mengenakan kemeja tahanan berwarna oranye dan tangan terborgol. Mereda ditampilkan di hadapan sejumlah wartawan.

Pengamatan Tribunnews.com, seluruh tersangka tampak menggunakan baju tahanan berwarna oranye yang bertuliskan “Tahanan Bareskrim Polri”. Masing-masing kedua tangan tersangka juga tampak diborgol.

Kedelapan tersangka itu di antaranya adalah tiga anggota komite eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Selain itu, Ketua KAMI Medan Khairi Amri dan tiga pengurus KAMI Medan lainnya adalah Juliana, Devi dan Wahyu Rasari Putri.

Selanjutnya, anggota KAMI Jakarta Kingkin Anida juga telah berstatus tersangka.

Ketika dihadirkan di hadapan awak media, Syahganda Nainggolan juga sempat memberikan sapaan semangat perjuangan.

"Merdeka!," kata Syahganda Nainggolan,sembari mengepalkan tangan ke hadapan awak media.

Kedelapan aktivis KAMI tersebut dijerat dengan pasal yang berbeda-beda.

Untuk petinggi dan pengurus KAMI di Medan, dijerat pasal ujaran kebencian ataupun permusuhan terkait aksi unjuk rasa penolakan omnibus law Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja.

Hal tersebut termaktub dalam 45-A ayat(2) UU RI Nomor 19 tahun 2014 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) dan atau pasal 160 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Dalam ketentuan pasal tersebut, seluruh tersangka terancam kurungan penjara enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Namun, ketiga anggota komite eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana masih dalam penyelidikan lanjutan. ****

____________

Sumber: Tribunnews.com,  

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved