Breaking News:

Beremben Besi Hadir untuk Kenalkan Kembali Tradisi Budaya Pangkalan Balai kepada Generasi Milenial

Jika dulu hanya 3 orang anggota sanggar, kini anggota yang aktif 16 orang. Sekretariat di Jalan Cahaya Berlian Kelurahan 20 Pangkalan Balai Banyuasin

Beremben  Besi Hadir untuk Kenalkan Kembali  Tradisi Budaya Pangkalan Balai kepada Generasi Milenial - beremben5jpg.jpg
dok.pribadi
Sanggar Beremben Besi
Beremben  Besi Hadir untuk Kenalkan Kembali  Tradisi Budaya Pangkalan Balai kepada Generasi Milenial - beremben6jpg.jpg
dok.pribadi
Sanggar Beremben Besi
Beremben  Besi Hadir untuk Kenalkan Kembali  Tradisi Budaya Pangkalan Balai kepada Generasi Milenial - beremben7jpg.jpg
dok.pribadi
SanggarBeremben Besi

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - SANGGAR Budaya Beremben Besi diketuai oleh Kusmawati Affanul.

Berdiri sejak 2016 atas inisiatif ayahanda dan seniman Sumsel, Filuz Mursalin, Sejarawan Syamsul Fajri Al- Sajidi serta didukung penuh keluarga besar dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.

Tujuan berdirinya Sangar Budaya Beremben Besi untuk melestarikan, membudayakan adat tradisi dan kebiasaan masyarakat terdahulu juga mengenalkan kembali tradisi budaya Pangkalan Balai kepada generasi Z sekarang atau generasi milenial, para pelajar dan mahasiswa

Jika dahulu hanya tiga orang anggota sanggar, sekarang anggota yang aktif berjumlah 16 orang. Sekretariat di Jalan Cahaya Berlian Kelurahan 20 Pangkalan Balai, Banyuasin

Kegiatan yang dilakukan antara lain latihan Serambe aktif seminggu sekali untuk anak anak dan pelajar setiap hari Kamis sebelum pandemi covid 19

Lalu kegiatan adat tradisi Timbang Kepala Kebo setiap minggu jika ada resepsi pernikahan adat Pangkalan Balai.

Terkadang, kata Ketua Sanggar Budaya Seremben Besi, Kusmawati Affanul, latihan syair puji-pujian pengantin Serambe dan Selendang Delima.

"Setiap sore latihan ande-ande panjang, beriweyet atau dongeng istilah dalam Bahasa Indonesia, tetapi dengan ciri khas Pangkalan Balai," kata Kusmawati.

Di masa pandemi sekarang ini Sanggar Beremben Besi tetap berkreasi meski secara daring.

"Seperti yang kami lakukan sekarang mengikuti Festival Kampung Dongeng secara virtual, membuat seni pertunju kan dongeng yang kami kemas agar tak terkesan bosan dan tetap mengutamakan edukasi terhadap anak-anak dan remaja," beber Kusmawati.

Halaman
12
Editor: aminuddin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved