Breaking News:

Proses Evakuasi Terus Dilakukan, Direktur Operasi dan Produksi PTBA Kunjungi Keluarga Korban

Hadis juga mengatakan bahwa hingga kini, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak Direktur Operasi dan Produksi PTBA Hadis didampingi GM UPTE, Biverli Binanga saat menemui keluarga Federik Hansen Sinaga, karyawan PT PAMA yang menjadi korban longsor dan tertimbun di kawasan Tambang Air Laya Unit Pertambangan Tanjung Enim di Desa Tanjung Raja, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam (PTBA), Hadis Surya Palapa, menyambangi rumah karyawan PT Pama Persada, Federik Hansen Sagala, yang tertimbun longsor di Tambang Air Laya Barat yang berada dalam IUP PT Bukit Asam Tbk sekitar hampir sepekan silam.

Pantauan di lapangan Jumat (9/10/2020), kedatangan Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam tersebut didampingi General Manager UPTE, Biverli Binanga, serta juga ikut mendampingi tim manajemen dari PT PAMA Persada.

Seperti yang dikatakan oleh Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Hadis Surya Palapa, bahwa jajaran PT Bukit Asam selaku pemilik IUP di tempat korban bekerja mewakili segenap manajemen PTBA mengaku turut prihatin, meminta maaf, dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas apa yang menimpa korban.

Bawaslu OI Rekomendasikan Diskualifikasi Ilyas-Endang, Petahana Masih Fokus Lanjut Kampanye

"Kami tahu, bapak Federik memiliki dedikasi dan skill yang baik serta bertanggungjawab saat melaksanakan tugasnya sesuai bidangnya, dan memiliki pengalaman yang cukup bagus dalam melaksanakan pekerjaannya," katanya.

Hadis juga mengatakan bahwa hingga kini, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

"Kita terus berupaya melakukan pencarian, berpuluh-puluh petugas tim Emergency Rescue Team (ERT) baik dari PTBA maupun PAMA, Tim BASARNAS serta Tim Pendukung lainnya terus berupaya bekerja keras dan fokus siang dan malam untuk melakukan pencarian terhadap bapak Federik," katanya.

Tak hanya itu saja, lanjutnya selain menggunakan alat berat proses evakuasi juga memanfaatkan puluhan alat dan peralatan dengan teknologi seperti Metal Detector, milik PTBA, Echo Sounder yang kita datangkan dari Unsri dan GPR (Ground Penetration Radar), dari Basarnas serta peralatan pendukung lainnya.

Selebgram Palembang Ikut Demo Omnibus Law di Palembang, Bergaya Nyentrik & Borong Makanan Gerobak

"24 jam pencarian terus kita lakukan, harapannya hanya satu agar Bapak Federik dapat segera kita temukan, dan untuk itu kami minta doanya kepada keluarga agar upaya yang kita lakukan ini membuahkan hasil, dan bapak Federik dapat segera kita temukan," katanya.

Pada kesempatan itu juga, sebagai bentuk kepedulian dan rasa kasih sayang PT Bukit Asam kepada keluarga korban, PTBA melalui Direktur Operasi dan Produksi menyampaikan santunan sebesar Rp 100 juta.

"Dan harapan kita semua sama, mudah-mudahan bapak Federik dapat segera kita temukan dan kita evakuasi," katanya.

Sementara itu, Samuel Lubis yang merupakan keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada Manajemen PTBA dan Pama yang telah berkali-kali berkunjung ke rumah korban, terutama kunjungan kali ini oleh Direktur Operasi/Produksi PTBA.

Kejari Pastikan Kasus Pedestrian Muaraenim Terus Diselidiki, Kini Tunggu Hasil Perhitungan BPKP

"Terima kasih atas perhatian dari pihak perusahaan kepada adik kami, adik kami Federik Hansen Sagala ini memiliki 1 istri dan dua anak," ungkapnya.

Untuk itu lanjutnya pihaknya berharap apapun yang terjadi, pihaknya berharap agar korban dapat segera di temukan.

"Kami sangat berharap agar petugas dapat segera menemukan adik kami, dan apalagi ini sudah hari kedelapan adik kami mengalami peristiwa tersebut," katanya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved