Breaking News:

Berita OKU

Spesialis Pencuri Motor di Masjid Diringkus Polsek Baturaja Timur, Sekali Beraksi Butuh 15 Detik

Jajaran Polsek Baturaja Timur berhasil menangkap sindikat pencuri motor antar propinsi.

SRIPOKU.COM / Leni Juwita
Wakapolres OKU Kompol Edi Rahmat Mulyana SIK MH didampingi Kapolsek Baturaja Timur AKP Sulis Pujiono SH dan Kasat reskrim AKP Priyatno SH SIK saat jumpa pers di Mapolsek Baturaja Timur Minggu (4/10/2020). SRIWIJAYA POST / LENI JUWITA 

Butuh 15 Detik

Waktu 15 detik merupakan skor tercepat yang dilakukan Junri Zakaria alias Jek (26) untuk mengekekusi sebuah motor korbannya, di wilayah hukum Polres OKU.

Pengakuan spesialias pencuri masjid di rumah-rumah ibadah ini sontak membuat orang terkajut.

Terbayang betapa cepatnya residivis kambuhan ini beaksi saat mencuri motor.

“ Paling cepat 15 detik satu motor bisa di bawah kabur,” terang Junri Zakaria dengan suara lantang, Minggu (4/10/2020).

Duda tanpa anak ini mengaku dalam satu malam dia bisa mencuri 2 motor di tempat berbeda.

Menurut dia, sepeda motor yang diincarnya adalah jenis honda bead lantaran mudah dipetik dan mudah dijual.

Selama sebulan terkahir saja, Junri mengaku sudah mencuri 15 motor di lokasi berbeda.

Menurut Junri, dia bersama kompolotannya lebih suka mencuri sepeda motor di masjid dibandingkan mencuri di perumahan.

Menurut dia, mencuri di masjid dengan pertimbangan tinggal petik dan kabur.

Sedangkan bila mencuri di perumahan risiko tertangkap massa lebih besar, lagi pula pekerjaan lebih berat karena harus membongkar rumah dulu .

Motor yang berhasil dipetik kemudian dijual ke Lampung dengan kisaran harga Rp 4.000.000/unit.

Uang hasil penjualan sepeda motor dibagi dengan anggota kelompoknya, kemudian jatah Junri digunakan untuk judi online dan berfoya-foya.

Komplotan pencuri motor yang dikepalai oleh Junri Zakaria beranggotakan enam orang.

Setiap beraksi mereka berbagi peran, Junri berperan sebagai otak pelaku pemetik sepeda motor korban yang memiliki kunci T.

Lima temannya Wandra , Randi Arnando alias Deka , Nico Fajar, Supriyadi alias Supri dan Andi Supriyadi alias Jumbok berperan mengawasi keadaan sekitar dan membawa sepeda motor hasil curian untuk dijual.

Setelah berhasil mencuri sepeda motor korban, Junri Zakaria (otak pelaku) pulang ke rumah kosnya di Kemiling.

Di rumah tempat kosnya, Junri Zakaria langsung istirahat sehingga tidak mengundang curiga para tetangganya.

Penatang asal Lampung yang tinggal di Baturaja dan kos di Kemiling ini merupakan residivis kambuhan.

Sebelumnya yang beralamat di Belambangan Umpu Kabupaten Waykanan Lampung ini pernah masuk penjara dan divonis 4 tahun karena kasus menjadi kurir narkoba.

Setelah keluar dari penjara, Junri Zakaria melirik ladang uang yang lebih cepat menghasilkan dengan mencuri motor para jemaah masjid yang sedang menunaikan ibadah.

Dari hasil kejahatan mencuri sepeda motor di parkrian masjid Junri mengaku setidaknya 15 motor sudah berhasil dijual dan uang hasil penjualannya sudah habis dibagi dengan anggota kelompoknya dan digunakan untuk berjudi online dan memenuhi kebutuhan hidup dan berfoya-foya.

“Aku kapok dan apabila kelaur dari penjara nanti akan bertobat,” kata Junri dengan suara lirih sambil mengelus luka tembak dikakinya.
Otak pelaku pencurian motor di parkiran masjid ini mendapat “hadia” dua butir timah panas di kaki kiri dan kanan.

Penulis: Leni Juwita
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved