Penanggulang Covid19
Obat Covid-19 Impor dari India Segera Dijual Rp3 Juta
Obat covid 19 impor dari India segera dijual ke pasaran. Antivirus yang didistribusikan PT Kalbe Farma itu ditarif Rp3 Juta persdosis
SRIPOKU.COM -- Obat anti-virus corona atau Covid 19 impor asal India yang diprodukksi besar-besar, segera dipasarkan. Di dalam Indonesia, obat ini akan didistribusikan oleh PT Kalbe Farma.
Obat antivirus remdesivir dengan merk dagang Covifor tersebut dipatok Rp 3 juta per dosis, merupakan produksi perusahaan farmasi terkemuka asal India, Hetero itu.
Manajer PT Amarox Pharma Global (anak perusahaan Hetero) di Jakarta, Sandeep Sur mengatakan, ketersediaan obat remdesivir untuk Indonesia tidak ada batasnya.
"Kami (Amarox) memiliki kapasitas yang besar dan akan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia," kata Sandeep, Kamis(1/10).
Menurut Sandeep, obat ini siap untuk dipasarkan melalui jaringan pemasaran dan distribusi Kalbe ke seluruh Indonesia, mulai saat ini.
• Pilkada Digelar di Tengah Covid-19, Pengamat Politik Pesimis Partisipasi Pemilih Capai 60 Persen
Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius pada kesempatan yang sama mengatakan, harganya yang dipatok bergantung pada volume. "Harganya 3 juta per vial atau per dosis, (harga) ini sangat bergantung pada volume," katanya.
"Jika volume meningkat maka harganya bisa ditinjau kembali," imbuh kata. Untuk diketahui, vial merupakan suatu benda penampung cairan, bubuk, atau tablet farmasi. Vial modern umumnya terbuat dari kaca atau plastik.
Vidjongtius mengatakan, obat remdesivir covifor tersebut hanya dijual dan dipasarkan di rumah sakit. Ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah yang menyetujui obat remdesivir sebagai obat.
"Karena ini (obat remdesivir) approval dari Badan POM sebagai otorisasi penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA), jadi semua penangannya atau distribusi obat covifor ini akan langsung ke rumah sakit. Tidak melalui instalasi lain atau apotek," kata Vidjongtius.
Obat remdesivir sudah mendapat persetujuan EUA atau penggunaan obat Covid-19 darurat. Obat ini tidak bisa sembarangan diberikan ke semua pasien Covid-19.
Remdesivir hanya ditujukan untuk pengobatan pasien Covid-19 yang telah terkonfirmasi laboratorium, terutama untuk orang dewasa atau remaja (berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kilogram) yang dirawat di rumah sakit dengan kondisi parah.
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Erlina Burhan SpP(K) MSc PhD mengatakan, remdesivir merupakan obat antivirus yang sangat ampuh dalam menangani wabah Ebola di masa lalu.
"Di banyak negara sudah diujikan ke pasien Covid-19 dan memberikan hasil yang baik," kata Erlina yang masuk dalam anggota Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Remdesivir diketahui dapat menghambat replikasi virus sehingga tidak terjadi keparahan lebih lanjut dan sistem imun pasien dapat mengendalikan virus tersebut.
"Remdesivir diberikan melalui infus. Hari pertama 200 miligram, hari berikutnya bisa sampai 5-10 hari diberikan sebanyak 100 miligram. Ini diinfuskan bersama NaCL 0,9 persen," terangnya.
"Kita berharap, remdesivir akan memberikan efektivitas yang baik dan juga aman untuk pasien Covid-19," imbuh Erlina.***
_______________
(Tribun Network/kps/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-covid19.jpg)