Breaking News:

Tiga Point Penting Menurut Arkeolog yang Harus Ada, Dalam Raperda Cagar Budaya

Pasar Cinde, salah satu-satunya bangunan cagar budaya yang sudah ditetapkan oleh Walikota pada tahun 2017 juga dihancurkan.

http://properti.kompas.com/
Pasar Cinde yang merupakan salah satu bangunan kuno di Kota Palembang, Sumatera Selatan yang sudah hilang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Banyak situs bersejarah yang sudah beralih fungsi mengundang kegelisahan bagi para arkeolog di Kota Palembang.

Seperti pengalihan fungsi satu-satunya cagar budaya di Kota Palembang yang paling terlihat adalah Pasar Cinde pada Tahun 2017 lalu.

Namun, sudah hampir 3 tahun proses revitalisasi bangunan tersebut dianggap mengabaikan pelestarian cagar budaya seharusnya dilakukan.

Menurut Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumsel, Retno Purwanti, banyak situs-situs dari masa kerajaan Sriwijaya di Palembang sudah berubah fungsi menjadi bangunan dan perumahan.

"Pembangunan yang mengatasnamakan 'revitalisasi' seringkali juga mengabaikan pelestarian cagar budaya," ujarnya.

Pasar Cinde, salah satu-satunya bangunan cagar budaya yang sudah ditetapkan oleh Walikota pada tahun 2017 juga dihancurkan.

Untuk mencegah agar pengalihan cagar budaya dilakukan kembali nantinya, maka penting adanya peraturan daerah yang dapat menjadi payung hukum akan tindakan terhadap pelanggaran Undang-undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010.

"Pembahasan Raperda ini sangat penting karena dapat menjadi pedoman bagi pemangku kepentingan dalam bidang kebudayaan, sehingga pelestarian cagar budaya dapat dijalankan," ujarnya.

Selain itu, dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Cagar Budaya oleh Anggota Pansus V DPRD Kota Palembang, perlu adanya tiga point penting yang harus ditekankan didalamnya.

Retno menegaskan agar Perda Cagar Budaya yang ditetapkan harus memuat pasal yang mengatur mengenai tata cara pemanfaatan dan pelestarian cagar budaya yang benar sebagaimana semestinya.

Video Fakta Sejarah Berdirinya Jembatan Ampera Sebagai Lambang Kota Palembang

Raperda Cagar Budaya Dinilai Terlambat, Warisan Sejarah dan Budaya Terbengkalai Bahkan Hilang

DPRD Prabumulih Minta Pemkot Jangan Diam, Lakukan Upaya 3 T Hadapi Kasus Covid-19 Yang Meningkat

Selanjutnya juga harus adanya pasal yang mengakomodir setiap komponen masyarakat untuk melakukan pelestarian cagar budaya sesuai konsep-konsep pelestarian.

"Terpenting juga adanya sanksi hukum bagi pelanggar dan perusakan cagar budaya di Kota Palembang," ujarnya.

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved