Covid19

Rekor Baru Positif Covid-19 Tambah 4.823 Kasus Tertinggi Sejak Maret 2020

Indonesia kembali kembali mencatat penambahan tertinggi, 4.823 kasus positif Covid-19. Melampaui angka sehari sebelumnya 4.634 kasus.

Editor: Sutrisman Dinah
Shutterstock
Ilustrasi Covid-19(Shutterstock) 

SRIPOKU.COM --- Hari ini (Jumat, 25/9), Indonesia mencatatkan pemambahan kasus positif virus corona atau Covid-19 yakni  4.823 orang. Sehingga angka komulatif di Indonesia sampai adalah 266.845 orang.

Angka penambahan ini menjadi yang tertinggi dalam rentang waktu waktu. Bahkan melampaui sehari sebelumnya yang mencatatkan 4.634 kasus.

Angka pertambahan tersebut lebih tinggi dibandingkan angka kesembuhan dalam 24 jam, yakni 4.343. Sementara pasien yang meninggal 113 orang, sehingga total kematian 10.218 orang meninggal.  

Selama bulan September ini, rekor pertambahan tertinggi yang ketujuh-kalinya. Walaupun demikian, angka kesembuhan 4.343 merupakan angka tertinggi sejak kasus positif Covid-19 ditemukan pertama kali pada bulan Maret lalu.

Data Satgas Penanganan Covid-19 yang disampaikan Jumat sore, spesimen yang diperiksa 46.133 dari 34 provinsi di Indonesia.

Terdapat 44 Kasus Baru Kini Total Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Capai 5.734 Orang

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengingatkan bahwa masa pandemi Covid-19 belum menurun. Ia meminta semua orang harus disiplin pakai masker dan menerapkan protokol kesehatan.

"Harus menganggap semua orang positif, bukan sakit, kita pakai masker karena masa pandemi. Harus ikhlas pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak," kata Terawan di Kepulaua Riau, Kamis lalu.

Kalangan ahli epidemiologi Indonesia meminta pemerintah tak hanya fokus ke pengembangan vaksin, tapi juga ke strategi dasar 3T (testing, tracing, dan treatment) dalam pengendalian pandemi Covid-19.  

Daftar Menteri Jokowi Yang Terpapar Virus Covid-19, Begini Kondisi Terbarunya

Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono yang mengatakan, kesehatan publik dari Covid-19 dapat dicapai dengan langkah pengawasan atau surveilans dengan menggunakan pendekatan 3T dan isolasi. Menurutnya masalah surveilans masih menjadi sebuah momok di Indonesia.

Sementara itu, Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyatakan vaksin dan obat bukan menjadi senjata utama untuk mengatasi pandemi Covid-19. Dicky mengatakan, dalam sejarahnya tidak ada pandemi yang selesai karena kehadiran vaksin atau obat.

Menurut Dicky, vaksin merupakan strategi tambahan dari strategi utama yang berupa surveilans. Strategi surveilans ini dilakukan dengan menerapkan 3T dan isolasi secara masif.

Data surveilans, dijadikan strategi utama dalam pengendalian Covid-19. Vaksin merupakan pelengkap dan tambahan dari strategi utama tersebut. Dicky mengatakan, program vaksinasi akan berhasil apabila didasari data surveilans.

 Data yang disampaikan Satgas Pengendalian Covid-19, sebaran kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia tertinggi dicatatkan wilayah DKI Jakarta walaupun diberlakukan PSBB sejak dua pekan lalu, dan status PSBB diperpanjang sampai 11 Oktober 2020.

Berdasarkan laporan data pada akun Twitter @BNPB_Indonesia, Jumat sore, tercatat ada 4.823 kasus baru. Sehingga total kasus virus corona di Indonesia menjadi 266.845 orang.

Disebutkan, penyebaran virus corona di Indonesia ini tersebar dalam 34 provinsi. DKI Jakarta mencatat kasus baru terbanyak dengan jumlah penambahan 1.171 kasus, sehingga total ada 67.902 kasus.

Penambahan kasus terbanyak kedua terdapat di wilayah di Jawa Barat.****

 ------------------ 

Sumber: Tribunnews.com. Judul "Sebaran Virus Corona Indonesia", https://www.tribunnews.com/corona/2020/09/25/sebaran-virus-corona-indonesia-jumat-2592020-tambah-4343-kasus.... 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved