Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Tiap Malam Salat Tahajud Aktivitas 64 Santri yang Terpapar Covid-19 di Lubuklinggau

64 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mazro'illah Kota Lubuklinggau, Sumatta Selatan (Sumsel) terpapar Covid-19.

Shutterstock
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona(Shutterstock) 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- 64 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mazro'illah Kota Lubuklinggau, Sumatta Selatan (Sumsel) terpapar Covid-19.

Pimpinan Pondok Pesantren Mazro'illah, Saiful Hadi Ma'afi mengatakan, kondisi puluhan santri itu dalam keadaan sehat dan bisa menjalankan aktivitas seperti biasa.

 "Semua yang positif kemaren di isolasi di Bandiklat," kata dia, usai acara silaturahim dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Pondok Pesantren Ar-Risalah, Kamis (24/9/2020).

Bahkan, saat ini 64 santri yang di isolasi di Bandiklat tersebut menjadikan Bandiklat sebagai pondok baru melakukan salat tahajut berjemaah.

"Malam-malam tahajud salat berjamaah," ujarnya.

Ia pun bercerita, awal mula 64 santri di pondok pesantren tersebut terpapar corona bermula setelah seluruh santri di pondok pesantren menjalani pemeriksaan swab, dan hasilnya 64 santri dinyatakan terkonfirmasi positif.

"Jadi awalnya karena banyak isu-isu ditambah ada yang meninggal disitu (pondok), sebagai bentuk kehati-hatian ya sudah dilakukan swab test sebagai contoh. Dengan contoh itu akhirnya di swab semua dan kita menyambut baik," ungkapnya.

Nunung Nangis-nangis Dibawa ke Rumah Sakit, Syok Dinyatakan Covid-19, Begini Kondisinya Sekarang

 

Tak Ada Takutnya Warga Wuhan Padati Club Malam Usai Bebas dari Covid-19, Hotman Paris: Kita Gimana?

Selanjutnya untuk yang hasilnya positif diisolasi di Bandiklat dan untuk yang negatif tetap berada di pondok pesantren dengan tetap ditingkatkan kesehatannya dengan mensupport asupan imunnya.

Kemudian, untuk kegiatan belajar memgajar (KBM) di pondok pesantren saat ini mengikuti aturan dari Kementrian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau.

"Kalau kegiatan dipesantren ini kerjanya ibadah, menghafal doktrin akidah, latihan pendidikan ahlak, tetap tatap muka, tapi pakai protokol kesehatan, sementara untuk pendidikan formal tetap daring dan mereka tidak masuk," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved