Fakta-fakta Ulama Asal Madinah Syekh Ali Jaber, Istrinya Orang Lombok dan Kakeknya Asli Orang Jawa
Beginilah sepak terjang Syekh Ali Jaber sebagai pendakwah dalam menyiarkan Islam hingga ke Tanah Air.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Nama Syekh Ali Jaber sudah tak asing lagi di Tanah Air yang dikenal sebagai ulama besar dan pendakwah kondang asal Madinah.
Baru-baru ini musibah yang menimpa ulama besar yakni Syekh Ali Jaber masih menjadi perbincangan hangat saat ini.
Ulama dan pendakwah ternama Syekh Ali Jaber ditusuk oleh orang yang tidak dikenal saat mengisi acara khataman Alquran di sebuah masjid di Bandar Lampung.
Insiden ini menimpa Syekh Ali Jaber saat mengisi ceramah di Masjid Falahuddin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020).
Ulama atau pendakwah Syekh Ali Jaber tersebut telah menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTD) saat mengisi ceramah di Bandar Lampung.
Seketika itu ulama Sykeh Ali Jaber harus dilarikan ke Puskesmas Gedong Air untuk mendapatkan pertolongan medis setelah menjadi korban penusukan orang tak dikenal di Bandar Lampung.
Banyak pihak yang mengecam atas pengakuan gangguan kejiwaan yang dialami oleh pelaku sebagai alasan AA bertindak keji terhadap Syekh Ali Jaber.
Salah satunya yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam RI) Mahfud MD.
Mahfud MD pun menanggapi spekulasi terkait gangguan jiwa pelaku dalam kasus penusukan Syekh Ali Jaber.
Menurut Mahfud MD, penyelidikan atas kasus tersebut akan dilakukan secara transparan.
Lantas, bagaimana sepak terjang Syekh Ali Jaber sebagai pendakwah dalam menyiarkan Islam hingga ke Tanah Air?
Berikut ini ulasan selengkapnya yang telah dirangkum Sripoku.com.
• Pengakuan Penusuk Syekh Ali Jaber: Ada Orang yang Membisikan Kebencian pada Ulama dari Timur Tengah

Pemilik nama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber lahir di Madinah, 3 Februari 1976 silam.
Syekah Ali Jaber merupakan Pendakwah dan Ulama yang telah resmi berkewarganegaraan Indonesia sejak tahun 2012.
Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi Da'i dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.
Sejak kecil Syekh Ali Jaber telah menekuni membaca Alquran.
Tak lain, ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Alquran.
Dalam mendidik agama, khususnya Alquran dan shalat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Syekh Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat.
Keluarga Syekh Ali Jaber dikenal sebagai keluarga yang religius.
Di Madinah Syekh Ali Jaber memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam.
Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.
Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan Syekh Ali Jaber menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Alquran.
Syekh Ali Jaber juga pernah mengadakan Roadshow Muhasabbah Negeri pada tanggal 3 Oktober 2019 di Palembang.
Syaikh Ali Jaber, sapaan akrab dari Syaikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber.
Dia adalah salah seorang imam di masjid Nabawi, lahir di kota Madinah Al-Munawarah pada tanggal 3 Shafar 1396 H, bertepatan dengan tanggal 3 Febuari 1976.
Pendidikan formal dan informal, di Madinah:
Ia menjalani pendidikan, baik formal maupun informal, di Madinah.
Tahun 1410 H/1989 M, ia tamat ibtidaiyah, tahun 1413 H/1992 M tamat tsanawiyah, tahun 1416 H/1995 M tamat aliyah.
Tahun 1417 H/1997 M hingga saat ini ia mulazamah (melazimi) pelajaran-pelajaran Al-Qur’an di Masjid Nabawi, Madinah.
• Lafaz Adzan Solat Subuh, Iqomah, Bacaan Latin, Arti dan Cara Menjawab, serta Hikmah dan Doanya
Kehidupan Pribadi
Sejak kecil Ali Jaber telah menekuni membaca Alquran.
Ayahandanyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Alquran, karena dalam Alquran terdapat semua ilmu Allah SWT.
Dalam mendidik agama, khususnya Alquran dan shalat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat.
Ini implementasi dari hadis Nabi Muhammad SAW yang membolehkan memukul anak bila di usia tujuh tahun tidak melaksanakan shalat fardhu.
Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius.
Syekh Ali Jaber memiliki masjid besar di Madinah yang digunakan untuk syiar Islam.
Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.
Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri.
Tidak mengherankan, di usianya yang masih terbilang belia, sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Alquran.
Sejak itu pula Syaikh Ali memulai berdakwah mengajarkan ayat-ayat Allah SWT di masjid tersebut, kemudian belanjut ke masjid lainnya.
Selama di Madinah, ia juga aktif sebagai guru tahfizh Alquran di Masjid Nabawi dan menjadi imam shalat di salah satu masjid kota Madinah.
Dilansir melalui kanal YouTube Data Fakta, berikut ini fakta lebih jauh mengenai sosok sebenarnya serta bagaimana sepak terjang Syekh Ali Jaber di Indonesia.
Hafal Alquran Sejak Kecil
Sejak kecil Syekh Ali Jaber telah tekun dalam membaca Alquran.
Ayahnya mendidik dengan keras dalam mengajarkan agama Islam terutama menghafal Alquran.
Bahkan ayah Syekh Ali Jaber tak segan-segan untuk memukulnya bila tak menjalankan ibadah.
Sehingga tak heran jika di usia yang masih belia yaitu 11 tahun, Syekh Ali Jaber telah hafal Alquran.
Syekh Ali Jaber mulai masuk sekolah dasar Ibtidaiyah pada 1989.
Setelah tamat, Syekh Ali Jaber melanjutkan ke sekolah menengah yakni Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah (995-1997).
Di Madinah, keluarga Syekh Ali Jaber memiliki masjid besar yang digunakan orangtuanya untuk menyebarkan syiar Islam.
Sebagai anak pertama dari 12 bersaudara, Syekh Ali Jaber dituntut oleh keluarga besarnya untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam menyiarkan agama Islam.
Setelah tamat di sekolah menengah, Syekh Ali Jaber kemudian mendalami kajian Alquran di Masjid Nabawi.
Bahkan, guru-guru yang mengajarinya kajian agama Islam merupakan sosok tersohor di wilayah itu.
Di antaranya yakni Ketua Majelis Tahfidz Masjid Nabawi, Syekh Muhammad Ramadhan, Ketua Pengurus Makam Rasulullah, Syekh Said Adam dan Ulama Pakar Alquran di Madinah yakni Syekh Abdurrahman Kholil.
Kemudian, setelah mendalami kajian Alquran, Syekh Ali Jaber mulai aktif mengajar sebagai guru Tahfidz Alquran.
Selain itu, Syekh Ali Jaber juga sering menjadi imam sholat di salah satu masjid besar di kota Madinah.
• Bacaan Adzan dan Iqomah, Lengkap Lafadz Bacaan Latin, Arti & Cara Menjawab, serta Doa Sesudah Adzan
Guru-guru Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber
Guru-guru yang pernah mengajar Syekh Ali Saleh Muhammad Ali jaber adalah :
Syeikh Abdul Bari’as Subaity (Imam Masjid Nabawi, sebelumnya Imam Masjidil Haram)
Syeikh Khalilul Rahman (Ulama Al Qur’an di Madinah dan Ahli Qiraat)
Syeikh Prof. Dr. Abdul Azis Al Qari’ (Ketua Majelis Ulama Percetakan Al-Qur’an Madinah dan Imam Masjid Quba)
Syeikh Said Adam (Ketua Pengurus Makam Rasulullah SAW dan Pemegang Kunci makam Rasulullah SAW)
Syeikh Muhammad Ramadhan (Ketua Majelis Tahfidzul Qur’an di Masjid Nabawi)
Syeikh Muhammad Husein Al Qari’ (Ketua Ulama Qira’at di Pakistan).

Kehidupan Syekh Ali Jaber di Indonesia
Syekh Ali Jaber melebarkan sayap dakwahnya di tahun 2008 hingga ke Indonesia.
Awalnya Syekh Ali Jaber hanya melakukan kunjungan ke Indonesia karena masih ada hubungan darah yakni kakeknya yang asli dari Jawa Tengah.
Pada tahun 2008 itulah saat ia berusia 32 tahun, Syekh Ali Jaber pertama kali bertemu dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok yang membuatnya jatuh hati.
Kebetulan ia menikahi seorang gadis shalihah asli Lombok, Indonesia, bernama Umi Nadia, yang lama tinggal di Madinah.
Menikah dengan wanita Keturunan Indonesia bernama Umi Nadia, dan telah memiliki 1 anak bernama Fahad Ali Jaber yang lahir pada tahun 2017, saat ini menetap di Pondok Bambu Jakarta Timur.

Selama menetap di Lombok, awalnya ia menjadi imam besar dan khotib di Masjid Agung Al Muttaqin.
Ia juga ditugaskan menjadi guru Tahfidz di Islamic Centre di Masjid yang sama.
Selepas berdakwah di Lombok, ia mulai mengunjungi ibukota Jakarta.
Pada tahun yang sama, ia melaksanakan shalat Maghrib di masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat karena suaranya yang merdu saat melantunkan ayat suci Aluqran.
Selepas shalat ada salah seorang pengurus masjid memintanya untuk menjadi imam shalat Tarawih di masjid Sunda Kelapa, karena saat itu hampir mendekati bulan Ramadhan.
Maka Sejak itulah ia terus mendapat kepercayaan masyarakat di sejumlah tempat di Indonesia.
Demi menunjang komunikasinya dalam berdakwah, ia pun mulai belajar bahasa Indonesia dan akhirnya sanggup berbicara bahasa Indonesia dengan lancar.
Syekh Ali Jaber bahkan mengaku sangat cinta dengan tanah air dan ingin terus menyebarkan dakwah-dakwahnya hingga akhir hayat.
Lalu, pada akhir tahun 2012, ia resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia yang dianugerahkan langsung oleh presiden Indonesia saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Presiden SBY menilai, Syekh Ali Jaber turut berjasa dalam menyiarkan agama Islam selama berada di Tanah Air.
• Kisah Inspirasi Ibu Asal Lombok, Mantan Suami Kembali Nafkahi Anak, Baca Sholawat Urusan Dipermudah
Pendekar Tapak Suci

Fakta yang satu ini barangkali belum banyak yang mengetahuinya.
Karena ternyata Syekh Ali Jaber merupakan salah satu lulusan perguruan bela diri di Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Kabar ini pun disampaikan oleh Ustaz Yusuf Mansur di laman media sosial Instagramnya.
Pada unggahan tersebut, Syekh Ali jaber terlihat memakai baju seragam pencak silat berwarna merah dan sedang duduk berfoto dengan tiga teman lainnya.
Ternyata doto tersebut diambil pada 12 Oktober 2016 silam saat ia baru dilantik menjadi Pendekar Tapak Suci bersama da'i kondang Ustaz Yusuf Masur dan juga Ustaza Albi Makki yang saat ini merupakan Dewan Pengawas Yayasan Graha Cendikia.
Syekh Ali Jaber dan 3 kawannya itu dilantik menjadi Pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang beralamat di jalan Kompol Zainal Abidin No. 78 di Provinsi Jambi.
• Kisah Nyata Wanita Pebisnis yang Kini Sukses Setelah Baca Sholawat Ini, Terima Banyak Kemudahan
Kegiatan Syekh Ali Jaber di Indonesia
Kegiatan selama di Indonesia antara lain adalah sebagai berikut :
- Guru Tahfidz Al-Qur’an di Islamic Centre / Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok NTB
- Imam Besar dan Khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara Lombok NTB
- Imam Sholat Tarawih, Qiyamul Lail dan pembimbing Tadarus Al- Qur’an selama Ramadhan 1429 H serta Imam Sholat Idul Fitri 1429 H di Masjid Agung Sunda Kelapa Menteng Jakarta Pusat
- Pengajar di Pesantren Tahfidz Al- Qur’an Al- Asykar Puncak Jawa Barat
- Muballigh Majelis Taklim di Jakarta dan sekitarnya (Nikmatnya sedekah MNCTV, Indonesia Menghafal MNCTV, dan mengajar di majelis taqlim di pancoran)
- Menjadi Juri di acara Hafiz 2014 RCTI
Filmografi
Televisi
Nikmatnya Sedekah
Cahaya dari Madinah
Kurma (kuliah ramadhan)
Hafiz Indonesia
Damai Indonesiaku
Kultum Bersama Syekh Ali Jaber
Film
Surga Menanti
Biodata Syekh Ali Jaber
Gelar: Syekh
Nama: Ali Jaber
Lahir: Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, 3 Shafar 1396 H / 03 FEB 1976 M, Kota Madinah Munawarah, Saudi Arabia
Kebangsaan: Indonesia
Etnis: Arab
Pendidikan: di Madinah, 1410 H Tamat Ibtidaiyah, 1413 H Tamat Tsanawiyah, 1416 H Tamat Aliyah, dan 1417 H, Mulazamah dan Kursus Al-Quran di Masjid Nabawi – Madinah.
Istri / Menikah dengan: Umi Nadia (Wanita Keturunan Indonesia)
Anak: Hasan
Media sosial: Instagram: @syekh.alijaber, Twitter: @syekhalijaber, Youtube: Syekh Ali Jaber
Website: www.alijaberindonesia.com
YouTube Channel : Syekh Ali Jaber
Yuk follow Instagram Sriwijaya Post
Serta sukai fanspage Sriwijaya Post
Jangan lupa juga subscribe YouTube Channel SripokuTV