Breaking News:

Berita OKU Selatan

Diserang Penyakit Kuning Belasan Hektare Sawah Petani di Kabupaten OKU Selatan Sumsel Gagal Panen

Belasan hektare lahan sawah milik petani di Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan mengalami gagal panen dikarenakan hama kuning.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Alan Nopriansyah
Salah seorang petani padi sawah di Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan saat sedang berada di lahan sawah miliknya, Senin (21/9/2020) 

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Belasan hektare lahan sawah milik petani di Kecamatan Sindang Danau Kabupaten OKU Selatan mengalami gagal panen dikarenakan hama kuning.

Akibatnya, karena takut merugi sejumlah petani masih trauma enggan kembali menggarap lahan sawah yang menjadi penghasilan utama warga di Desa seperti Desa Pematang Danau dan Muara Sindang Ilir dan Desa Muara Sindang Tengah.

"Warga Desa Muara Sindang Ilir, Muara Sindang Tengah dan Pematang Danau belum bisa menggarap sawah masih trauma, takut kemaren itu karena hama padi menguning,"ujar Kepala Desa Muara Sindang Tengah Dedi Stanza, Senin (21/9/2020).

Dituturkannya, penyakit kuning menyerang tanaman padi diusia rata-rata sekitar satu bulan, sehingga sekitar 15 hektare lahan sawah milik petani gagal panen.

HUT Polisi Lalu Lintas 65, Program SIM C Gratis Diperpanjang 1 Hari untuk Warga Berdampak Covid-19

Lagi Bersihkan Motor dan Lihat Temannya Pegang Pinggang, Pria di PALI Ini Emosi, Pisau Berbicara

PRIA Ini Bernasib Mujur, Beli Jas Bekas di Pasar Loak, Tak Disangka Temukan Uang Rp 71 Juta

Saat ini lahan sawah masih dibiarkan oleh petani, menunggu solusi dari instansi terkait agar tidak kembali mengalami gagal panen.

"Untuk kedepannya masyarakat masih takut, harapan kami membutuhkan bantuan dari instansi terkait bagaimana solusinya,"ujar Dedi.

Petani setempat menjadwalkan masa musim panen pada pekan lalu, namun hingga saat ini dibiarkan, bahkan telah ditumbuhi oleh rumput liar. Selain itu, seharusnya petani telah menggarap masa sawah miliknya pekan depan namun hingga saat ini petani masih enggan melakukan penggarapan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved