Breaking News:

Buya Menjawab

Adzan Saat Menguburkan Mayit

PAK haji saya mau bertanya, kalau menguburkan orang meninggal dan tidak diadzankan apa hukumnya?

Editor: Bejoroy
ilustrasi Adzan
Ilustrasi - Adzan. 

SRIPOKU.COM - Assalam’alaikum.Wr.Wb.
PAK haji saya mau bertanya, kalau menguburkan orang meninggal dan tidak diadzankan apa hukumnya? Terimakasih, Wassalam.
0898404xxxx

Cara Menjawab Adzan dan Iqomah, Sunnah Menjawab Adzan dan Iqomah Bagi yang Mendengar, Perbanyak Doa

Sulit Menahan Kencing! Inilah Faktor Risiko Inkontinensia Urine: Usia lanjut - Kondisi medis lainnya

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Jawab:
Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.
ADA dua pendapat mengenai adzan pada saat mayit diletakkan di liang lahat. Pendapat pertama menyatakan sunnah karena disamakan pada adzan dan iqamah ketika anak baru dilahirkan ke dunia. Pendapat yang kedua menyatakan tidak sunnah, karena untuk menetapkan sesuatu hukum perbuatan harus ada dalil hukum yang mensunnahkannya.

Apabila merujuk pada Kitab I’aanah al-Taalibin Juz I,hlm. 230 dinyatakan; ”Ketahuilah, melakukan adzan di kuburan bukan perbuatan sunnah. Berbeda dengan orang yang berpendapat bahwa perbuatan itu sunnah, karena keluarnya dari dunia (mati) diqiyaskan pada masuknya seseorang ke dunia (ketika dilahirkan).”

Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Di dalam kitab Majmu’ Fataawi wa Rasaail, Al-Imam Sayyid ‘Alawi al-Maliki menyatakan pendapatnya, tidak ada dalil khusus dari Rasulullah Saw. mengenai adzan di kuburan ketika mayit diletakkan di liang lahat, kecuali khabar al-Ashbahi berkata, “Dalam hal itu saya tidak menjumpai sebuah khabar atau atsar kecuali yang diceritakan oleh sebagian mutaakhirin. (Mereka mengatakan) mungkin perbuatan tersebut diqiyaskan pada kesunnahan adzan dan iqamah di telinga anak yang baru lahir.”

Pendapat seperti ini termasuk lemah, karena mengkhususkan adzan dan iqamah tersebut merupakan tauqifi (perbuatan yang langsung diatur oleh oleh Allah SWT). Namun (ada satu yang perlu diperhatikan) bahwa dzikir pada Allah Swt (termasuk adzan dan iqamah) merupakan perbuatan yang disenangi, kapan dan dimanapun, kecuali ketika qadha ‘ al-hajah (buang air kecil-besar).” ( Majmu’ Fataawi wa Rasaa’il, hlm.13)

Update Sumsel Covid-19 Tgl 17 September 2020.
Update Sumsel Covid-19 Tgl 17 September 2020. (http://corona.sumselprov.go.id/)

Kepada kaum muslimin dipersilahkan memilih pendapat yang mensunnahkan dengan alasan di qiyaskan (analog) pada adzan dan iqamah ketika anak baru dilahirkan, atau menurut pendapat yang menyatakan bahwa perbuatan tersebut tidak ada dalil hukumnya. Demikian jawaban Buya, Terima kasih. (*)

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved