Breaking News:

Penusukan Syekh Ali Jaber

Polda Lampung Rekonstruksi Peristiwa Penusukan Ulama Syekh Ali Jaber

Penyidik Kepolisian Polda Lampung menggelar rekonstruksi peristiwa penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber, di Bandalampung, Kamis (17/9)

SRIPOKU.COM -- Tim penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, Kamis (17/9) pagi, menggelar reskonstruksi peristiwa terhadap Syekh Ali Jaber, ulama asal Madinah (Arab Saudi) yang bermukim di Indonesia. Rekostruksi ini menghadir tersangka Alpin Andrian (25), warga Bandarlampung, Provinsi Lampung.

Peristiwa yang sempat menyita perhatian publik dan pejabat Negeri ini, terjadi hari Minggu lalu. Serangan mendadak ditujukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika berceramah dalam acara kelulusan para penghapal Al Qur'an.

 Tim gabungan Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung, serta Mabes Polri, menggelar rekonstruksi untuk mereka ulang peristiwa kasus penusukan tersebut. 

Gelar rekonstruksi tersangka penusukan itu digelar di lokasi kejadian Masjid Falahudin Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Bandarlampung. Berdasarkan pantauan, rekonstruksi ini digelar di lokasi penusukan yakni di Masjid Falahudin, Jalan Tamin, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.

Puluhan anggota polisi berseragam dan senjata lengkap berada di lokasi untuk mengamankan dan melakukan sterilisasi tempat kejadian perkara. Sejumlah tim Inafis Polda Lampung dan Mabes Polri juga terlihat berada di lokasi.

Gelar rekonstruksi ini juga menarik perhatian ratusan warga yang turut memadati lokasi kejadian. Mereka ingin menyaksikan secara langsung gelar rekonstruksi tersebut.

Sampai hari ini, Alfin Andrian tetap di dalam tahanan Polda Lampung. Menurut Humas Mabes Polri, Argo Yuwono, tersangka tetap ditahan dan tidak alasan untuk melepaskan tersangka.

Penusuk Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Mati Tuduhan Pembunuhan Berencana

Warga setempat mulai mendatangi lokasi rekonstruksi, dan juga ingin mengetahui wajah pelaku Alfin. "Saya ingin lihat langsung rekonstruksi itu seperti apa,r dan juga ingin melihat wajah tersangkanya. Meski kami ini tinggal satu kelurahan, tapi kan enggak paham wajah tersangkanya ini," ujar seorang warga.

 Alfin Andrian telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penusukan Ali Jaber. Ia dijerat dengan tindak pidana percobaan pembunuhan berencana dan penganiayaan dan terancam hukuman mati.

Ali Jaber diserang saat mengisi tausiyah berjudul "Memperbaiki Hati" di Bandarlampung, hari Minggu lalu. Ketika itu, Ali Jaber melakukan interaksi dengan jemaah yang hadir. Dia bahkan sempat ingin meminjam ponsel untuk digunakan berfoto.

Pada saat itu, seorang laki-laki tak dikenal tiba-tiba menghampiri dari sisi kanan Ali Jaber dan mencoba menusuknya.

Melalui video yang diunggahnya di Youtube, Ali Jaber mengatakan dirinya sempat mengangkat tangan ke dekat leher.  Menurutnya, tusukan yang ia terima saat itu cukup kuat dan keras. Kendati demikian, Ali Jaber bersyukur bahwa tusukan itu tidak terkena di lehernya, melainkan hanya terkena di tangannya saja.***

Editor: Sutrisman Dinah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved