Breaking News:

Virus Corona di Palembang

Dosen Epidemiologi Unsri: Pemkot Palembang Harus Pikirkan Jangka Panjang Penerapan Prokes

Menurut pakar Epidiomologi sangat penting Kota Palembang punya tema besar dalam kasus ini, misalnya Palembang harus menang lawan Covid-19.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Tarso
SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
Seorang warga disanksi push up oleh petugas karena melanggar protokol kesehatan, Rabu (16/9/2020) mulai besok warga yang melanggar protokol kesehatan akan didenda Rp 500 Ribu 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah adanya razia masker dan sanksi, pemerintah juga diminta untuk memikirkan langkah jangka panjang agar penerapan Perwali Nomor 27 Tahun 2020 ini benar-benar menjadi kebiasaan baru masyarakat Kota Palembang.

Dosen atau pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsri, Najmah SKM. MPH. PhD mengatakan bahwa dengan tujuan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan Covid-19 ini cukup efektif.

"Karena perlu ada pengawasan yang intensif terhadap protokol kesehatan dalam kasus dimana masyarakat memang sudah menganggap permasalahan ini adalah hal yang biasa," ujarnya.

Hal ini karena harus diakui bahwa masyarakat bukannya takut pada corona, tetapi lebih takut pada aparat keamanan yang merazia masker, sebagaimana takutnya masyarakat terhadap razia SIM dan sebagainya.

Namun untuk jangka panjang, pemerintah seharusnya dapat mengambil langkah untuk mengedukasi kepada masyarakat yang tidak paham mengenai pandemi Covid-19 ini.

"Karena tanpa adanya edukasi yang baik, masyarakat akan mempersepsikan disiplin ini sebagai peluang aparat untuk mengambil untung di tengah pandemi," ujarnya.

Oleh karenanya kredibilitas pemerintah dipertaruhkan dalam kasus ini. Pemerintah harus mampu mendayagunakan aparaturnya untuk memberikan pengertian yang baik tentang pandemi ini.

"Pemerintah harus bergerak dalam platform yang sama dalam penanganan kasus ini," ujarnya.

Kasus Terpapar Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Kota Palembang Terus Bertambah, Waspadalah

Tinjau Sidang Yustisi, Kapolda Saksikan Banyak Warga Prabumulih Tak Pakai Masker

Sering Disebut Gila, Yesi Indola Sari Angkat Bicara, Mereka Itu Iri Kalau Sebut Saya Gila!

Platform yang dimaksud adalah apa tema besarnya, seperti apakah tak perlu khawatir dengan korona yang penting kesehatan terjaga, ekonomi jalan atau harus menang melawan korona tidak peduli apakah ini berbahaya atau tidak demi nama baik Kota Palembang.

"Kesatuan platform ini juga saya lihat tidak dimiliki oleh pemerintah pusat, sehingga kebijakannya berubah-ubah sesuai dengan keinginan mayoritas masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, sangat penting Kota Palembang punya tema besar dalam kasus ini, misalnya Palembang harus menang lawan Covid-19.

Maka kemudian pesan besar ini harus ditransformasikan ke setiap aparat pemerintah terutama dinas dan instansi terkait untuk secara terus menerus.

"Berkelanjutan mengingatkan masyarakat bahwa kita belum menang melawan virus ini, gerakkan semua dinas terkait, kecamatan, kelurahan, posyandu, karang taruna, puskesmas pembantu, mesjid, dai, alim ulama dibantu pihak perguruan tinggi dan LSM," ujarnya.

Semua elemen saling bahu membahu tidak kendor bergerak baik dibayar maupun sukarela untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menang melawan Covid-19 ini. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved