Breaking News:

News Video Sripo

Video Ratusan Warga Pemilik Lahan di Talang Keramat Banyuasin Tuntut Jalan Umum

Sejumlah pekerja dari PUPR Kota Palembang memperbaiki jalan di Terminal Sako Palembang, Rabu (16/9/2020)Menurut pekerja perbaikan jalan tersebut dilak

SRIPOKU, COM BANYUASIN, - - Ratusan warga pemilik lahan di sepanjang Jalan Kapling 2000, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin menginginkan Jalan Kapling 2000 menjadi jalan umum. Selama jalan tersebut dikuasai oleh PT SSG, yang memberikan mandat kepada PT Sam Jetty sebagai pengelola jalan prusahaan tersebut.

Salah satu koordinator tanah lahan kapling disekitar jalan tersebut, H Komar mengatakan jalan yang dikuasai PT SSG sepanjang 4,2 KM. "Selama ini investor lain yang ingin masuk dikawasan Jln Kapling 2000 ini harus melalui PT SSG dan PT San Jetty. Inilah yang dituntut ratusan warga pemilik lahan sekitar jalan, ingin jalan menjadi jalan umum," katanya, saat melalukan mediasi di Kantor Lurah Talang Keramat, Talang Kelapa, Banyuasin, Rabu (16/9). Sayangnya pihak PT SSG dan PT San Jetty tidak hadir dalam mediasi tersebut.

Video Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara Macet Total, Truk Bermuatan Material Batu Mogok

Selain itu, yang juga dikeluhkan warga pemilik lahan adalah diduga PT San Jetty mengambil lahan warga untuk dibuat paret besar. "Rata-rata 3-4 meter tanah warga telah digali jadi paret besar. Bayangkan kalau sepanjang 4,2 km itu diambil 3-4 meter. Tampa ada koordinasi dengan pemilik tanah atau lahan," katanya.

POLDA Sumsel Cek Kemampuan Personil Polres Musirawas, Kesiapan Pengamanan Pilkada Musirawas 2020

Pemilik lahan lainnya, Heryanto melalui kuasa hukumnya, Randi Aritama SH MH mengatakan yang diinginkan klain-nya sangat sederhana yakni ingin jalan Kampling 2000 menjadi jalan umum, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat dan juga PT SSG dan San Jetty. "Namun jika tidak ada titik temu kami akan menempuh jalur hukum, melapor ke Polda dan pemerintah kabupaten Banyuasin, atas dasar pengerusakan patok, dan pengambilan tanah untuk dijadikan parit gajah (parit besar).

BREAKING NEWS : Kecelakaan Sepeda Motor di Jalinsum Muratara, 2 Orang Tewas, 2 Orang Selamat

 Menurutnya, parit lebarnya 5 meter, 3-4 meter adalah tanah milik warga yang dikeruk. Kerugiannya tentu selain tanah berkurang, juga dengan adanya parit gajah membuat akses jalan ke tanah klain kami tertutup karena tidak ada jembatan sama sekali," katanya.

"Kami memang diberi kuasa oleh salah satu warga, namun klain kami mewakili sekitar 820 warga lainya yang memiliki tanah disepanjang jalan Kampling 2000, yang rata-rata sama, tanah digali lebarnya 3-4 meter untuk dijadikan parit gajah," katanya.

Ngaku Gelisah Dengar Ini Pelaku Ambil Pisau Lalu Tusuk Syekh Ali Jaber Polisi Pastikan AA Tidak Gila

"Saat ini memang belum titik temu, karena dari pertemuan pertama dan kedua ini, pihak PT SSG dan PT San Jetty belum sempat hadir untuk mediasi," katanya.

Hadir dalam mediasi tersebut Staf Khusus Bupati Banyuasin, Amirul. Dia menyayangkan tidak hadirnya dari pihak PT SSG dan PT San Jetty, tampa alasan yang jelas.

Dokter di Palembang Sebut Masker Kain, Buff, & Scuba tak Efektif, Covid-19 Lebih Kecil dari Debu

" Kita sebagai pemerintah sebenarnya ingin menyeselsaikan permasalahan ini cukup di tingkat kelurahan, dan kecamatan. Sebab Lurah dan Camat sudah menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah kabupaten. Keinginan warga ini juga sederhana, yakni ingin jalan akses prusahaan itu menjadi jalan umum, sehingga warga maupun investor bisa melaui jalan tersebut," katanya.

Inilah Manfaat Mujarab dari Puasa Senin Kamis, Puasa Sunnah yang Kerap Diabaikan Cegah Penuaan Dini

Lanjutnya, pada dasarnya penerbitan izin suatu pruhaan itu, karena ada persetujuan setempat, serta bersedia melakukan pembinaan, dan memberikan CSR ke warga sekitar.

"Yang pasti kita panggil pihak PT SSG dan PT San Jetty, dan juga melakukan kajian-kajian. Jika memang ada pelanggaran bisa saja kita berikan sanksi," katanya.

Penulis: Zaini
Editor: Rahmad Zilhakim
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved