Breaking News:

Pemangkasan PPnBM Kendaraan Bermotor Tidak Berpengaruh Signifikan Pada Industri Asuransi

Pemerintah berencana pangkas PPnBM hingga 0% sampai akhir tahun 2020. Dinilai tak Berpengaruh signifikan pada industri asuransi

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
ilustrasi 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Sebagai bagian dari upaya memacu industri otootif, pemerintah berencana memangkas pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 0% sampai akhir tahun 2020.

Dampak dari kebijakan ini akan berimbas kepada bisnis industri keuangan non-bank seperti asuransi umum. Karena itu Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)berharap kebijakan ini harus diikuti oleh kebijakan lainnya sehingga lini bisnis asuransi kendaraan bermotor juga ikut terkerek naik.

Menurut Direktur Eksekutif AAUI Dody AS Dalimunthe, yang perlu menjadi perhatian adalah apakah dengan penurunan harga jual kendaraan melalui pemangkasan PPnBM juga diikuti oleh kemampuan dan daya beli masyarakat.
"Karena saat ini masyarakat juga menghadapi pilihan untuk konsumsi kebutuhan lain yang lebih prioritas,” ujarnya, Rabu (16/9/2020).

Dody menjelaskan aktifitas ekonomi sangat mempengaruhi perkembangan industri asuransi. Sedangkan kinerja asuransi umum, kontribusi terbesar premi datang dari sektor korporasi dibandingkan individu.

“Sektor korporasi datang dari distribusi channel secara direct business maupun melalui intermediaries. Sektor korporasi dipengaruhi oleh aktifitas bisnis korporasi maupun industri masing-masing,” katanya.

Karena itu, menurutnya setiap kebijakan yang memacu pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor serta peningkatan kemampuan beli masyarakat, pasti juga akan diikuti dengan permintaan asuransi kendaraan bermotor.

Direktur Utama PT Asuransi Bintang TBk HSM Widodo mengakui kebijakan ini akan memberikan dampak permintaan kendaraan bermotor. Lantaran akan jadi penurunan harga yang signifikan terhadap kendaraan tersebut.

“Bisa mendorong pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor. Tapi itu kan hanya meliputi kendaraan di atas 3000 cc dan sudah tidak banyak mobil seperti itu. Artinya impactnya tidak akan significant,” kata  Widodo .

Promo Dunia Otomotif Dimasa Pandemi, Bulan Ini Hujan Diskon Mobil LCGC Berbagai Merek

Mulai Besok Kendaraan di Palembang yang Melanggar Protokol Kesehatan Bakal Diderek

Popularitas Produk Keuangan Syariah Terus Meningkat, Asuransi Syariah Diminati Nasabah Non Muslim

AAUI mencatat premi asuransi kendaraan bermotor turun hingga 16% yoy menjadi Rp 7,81 triliun hingga Juni 2020. Padahal Juni tahun lalu, realisasi premi pada lini bisnis ini masih di angka Rp 9,30 triliun.

Artikel ini telah tayang dikontan.co.id dengan judul https://keuangan.kontan.co.id/news/ppnbm-kendaraan-bermotor-bakalan-dipangkas-begini-dampaknya-ke-bisnis-asuransi-umum

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved