Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Pelaku Usaha Melanggar Protokol Kesehatan di Palembang, Denda Rp 1 Juta hingga Izinnya Dicabut

Penerapan sanksi Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan (PDPK) berlaku bagi siapapun.

SRIPOKU.COM /Rahmaliyah
Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Penerapan sanksi Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan (PDPK) berlaku bagi siapapun.

Tak terkecuali bagi sektor usaha baik mall, rumah makan, tempat pernikahan, rumah ibadah, hingga tempat hiburan.

Bila terbukti melanggar protokol kesehatan, maka sanksi teguran hingga pencabutan izin akan diberikan.

Semua sanksi akan dilaksanakan setelah proses sidang tipiring oleh pihak Kejari digelar.

"Awalnya kita kasih teguran lisan maupun tertulis dulu, kemudian jika tetap melakukan hal yang sama maka bisa diterapkan denda Rp 500 ribu hingga Rp 1 Juta yang akan masuk ke Kas Daerah sampai yang terburuk pencabutan izin," ujar Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, Rabu (16/9/2020).

Mulai Besok Kendaraan di Palembang yang Melanggar Protokol Kesehatan Bakal Diderek

 

Persiapan Lokasi Sidang Pelanggar Protokol Kesehatan oleh Jajaran Polrestabes Palembang di Monpera

Upaya penegakkan Perwali dan sanksi akan dilakukan Satpol-PP bersama stake holder terkait.

Dewa menyebutkan, Bentuk sanksi di lapangan tipiring seperti penahanan identitas hingga denda.

"Teknis pengambilan identitas dan dendanya tergantung Satpol-PP dan tim terpadu," katanya.

Sementara, rumah ibadah juga dapat dikenakan sanksi meski tidak ada penerapan denda.

"Denda tidak ada namun sanksi teguran dan tertulis akan kita layangkan bila tak menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya

Dewa menegaskan selama penerapan PDPK ini tidak ada pembatasan kegiatan, kuncinya masyarakat harus patuh dengan protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Zona kita masih fluktuaktif, kita menargetkan langkah ini bisa membangun kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan dimana pun mereka berada.

Ini beda dengan PSBB, walau longgar tapi protokol kesehatan kita sangat perketat," jelasnya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved