Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Tiga Sekolah di Muratara OKU Timur Dihentikan dari Belajar Tatap Muka Demi Cegah Penularan Covid-19

"Tapi kalau pelanggaran berat belum ada. Hanya sebatas siswa yang memakai masker belum sempurna menutup ke mulut dan hidung,"

HUMAS POLDA SUMSEL
Seorang bocah dipasangkan masker. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) OKU Timur akan memberikan sanksi kepada sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

Hal itu berkaitan dengan kegiatan pembelajaran tatap muka yang telah digelar di kabupaten tersebut.

Kepala Disdikbud OKU Timur melalui Kabid PTK, Erwin, mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemukan pelanggaran yang dilakukan di sekolah-sekolah penyelenggara kegiatan belajar metode tatap muka.

Dua Idol Kpop Ini Ketahuan Main Judi, Uang Taruhan Judi Capai Rp23 Miliar, Pihak Agensi Minta Maaf!

Kebanyakan, saat tatap muka hanya dari siswa yang kurang mengerti bagaimana cara belajar tatap muka di tengah Pandemi.

"Tapi kalau pelanggaran berat belum ada. Hanya sebatas siswa yang memakai masker belum sempurna menutup ke mulut dan hidung," ujarnya saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Untuk kasus itu, pihaknya mengimbau kepada sekolah-sekolah untuk terus mensosialisasikan kepada siswa dan walinya agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sehingga penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir di tengah pembelajaran tatap muka.

Pengadilan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin Perketat Protokol Kesehatan, tanpa Masker Dilarang Masuk

Namun, jika nantinya ada sekolah yang terbukti longgar dalam penegakkan disiplin protokol kesehatan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi kepada sekolah tersebut.

Terberat, bisa dihentikan pembelajaran tatap mukanya.

"Kita akan tunda kembali pembelajaran tatap mukanya," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved