Breaking News:

Berita Palembang

Seorang Pengamen di Palembang Kedapatan Bawa Pisau Saat Naik Ojek, Ditangkap Polsek Sukarami

Kedapatan membawa senjata tajam saat menaiki ojek, Sopian (23) ditangkap anggota kepolisian Polsek Sukarami.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Tersangka saat diamankan di Polsek Sukarami beserta barang bukti satu buah pisau, Senin (14/9/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kedapatan membawa senjata tajam saat menaiki ojek, Sopian (23) ditangkap anggota kepolisian Polsek Sukarami.

Warga Jalan Sukasenang, Kecamatan Sukarami Palembang yang bekerja sebagai pengamen ini ditangkap di Jalan Perindustrian, Lorong Kulim, Kecamatan Sukarami Palembang sekira pukul 00.30 WIB.

Dari tangan tersangka, anggota kepolisian berhasil mengamankan barang bukti satu buah pisau yang diletakannya di pinggang sebelah kanan.

Ditangkapnya tersangka ini dikarenakan petugas kepolisian yang sedang melakukan kegiatan razia rutin melintasi Jalan Perindustrian 2 Lorong Kulim, Kecamatan Sukarami Palembang mencurigai gerak gerik korban yang sedang menaiki ojek.

Aparat kepolisian pun menghentikan motor tersebut dan memeriksa tersangka, hingga akhirnya didapati adanya sajam yang berada di pinggang sebelah kanannya.

Syekh Ali Jaber Dapat 10 Jahitan di Tangan Kananya, 6 di Bagian Dalam 4 di Luar, Pisau Sempat Patah

 

Nyaris Kena Dada, Syekh Ali Jaber Ungkap Kronologi Lolos dari Pembunuhan: Angkat Tangan, Pisau Patah

Tersangka pun langsung digelandang ke Polsek Sukarami untuk dilakukan pemeriksaan bersamaan dengan barang bukti satu buah pisau.

"Anggota kita yang sedang melakukan razia melihat gerak mencurigakan dari tersangka yang pada saat itu sedang menaiki ojek.

Ketika dihentikan dan diperiksa didapati adanya sajam yang dibawa oleh tersangka," kata Kapolsek Sukarami AKP Satria Dwi Dharma melalui Kanit Reskrim Iptu Hendri Permana, Senin (14/9/2020).

Sementara itu, tersangka Sopian mengakui bahwa pisau tersebut memang benar pisau miliknya yang dibawa saat menaiki ojek di waktu dinihari tersebut.

Namun dirinya enggan memberikan alasan mengapa membawa sajam yang diletakannya di pinggang sebelah kanannya tersebut.

"Iya memang pisau aku itu pak, aku taruh di pinggang aku cuma untuk jaga diri aja pak," singkat tersangka.

Akibat kedapatan membawa senjata tajam tersebut, tersangka terancam pasal 2 ayat 1 undang - undang darurat Nomor 12 tahun 1951.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved