Breaking News:

Akan Sisir Wilayah Perkantoran, Janji Satgas Covid-19 Palembang Tegakkan Perwali Protokol Kesehatan

Sanksi berupa teguran baik tertulis maupun lisan, sanksi kerja sosial dan sanksi denda mulai dari Rp.100.000- Rp. 500.000 akan diterapkan.

SRIPOKU.COM / Andi Wijaya
27 warga di Palembang diamankan Polrestabes Palembang karena tidak memakai masker, Senin (14/9/2020) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Satgas Covid-19 Palembang bersama Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, melakukan rapat persiapan Penerapan Peraturan Walikota Nomor 27 Tahun 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Palembang, Senin (14/9/2020).

Perwali tentang Adaptasi Kebiasaan Baru menuju Masyarakat Produktif dan Aman pada Situasi Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Palembang ini akan segera dilakukan penerapan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan yang tertuang di dalam perwali tersebut.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setiyadji, mengatakan penerapan sanksi terhadap pelanggar Perwali nantinya akan ditindak tegas dengan beberapa urutan sanksi.

Diharapkan Jadi Tontonan & Efek Jera, Pelanggar Protokol Kesehatan Dikumpulkan di Monpera Palembang

Sanksi berupa teguran baik tertulis maupun lisan, sanksi kerja sosial dan sanksi denda mulai dari Rp.100.000- Rp. 500.000 akan diterapkan kepada masyarakat.

Menurutnya, Satgas Covid-19 Palembang akan memaksimalkan menyisir para pelanggar peraturan dari perkampungan hingga perkantoran.

Selama ini, Satgas Covid-19 Palembang hanya memfokuskan pada area publik seperti pasar, mall dan fasilitas umum lainnya.

Video Pengakuan Pelaku Percobaan Perampokan Nekat Karena Butuh Uang Untuk Bayar Utang

"Melihat kota-kota lain, salah satu cluster terbesar juga ada di daerah perkantoran, kita akan sisir lebih luas lagi yang menjadi sasaran dalam penerapan perwali ini," ujarnya.

Selain itu, melihat data Dinkes Kota Palembang, bahwa ada dua kacamatan yang paling tinggi kasus suspect yaitu Kecamatan Ilir Barat I sebanyak 1.164 orang an Ilir Timur II sebanyak 968 orang.

"Kalau kita lihat wilayahnya tidak terlalu luas seperti kecamatan lain, namun ini bisa saja karena kepadatan penduduknya, sehingga perlunya sosialisasi penerapan adaptasi kebiasaan baru hingga ke kampung-kampung," ujarnya.

Hari ini juga tim gabungan Satgas Covid-19 Palembang juga melakukan simulasi penindakan kepada para pengendara yang tidak memakai masker.

Seorang Tahanan Polsek Muaradua OKU Selatan Ditemukan tak Berdaya dalam Bak Mandi, Diduga Bunuh Diri

"Hasilnya kita menjaring banyak pengendara yang tidak memakai masker, ada juga mereka yang punya masker, tapi sengaja tidak memakai, kita berikan hukuman ditempat," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved