Virus Coorna di Sumsel

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia: Saatnya Muraenim PSBB Jika 3 Minggu Kasus Terus Tambah

IAKMI Muaraenim mengusulkan Satgas Covid-19 Muaraenim jika dalam 3 minggu berturut-turut Muaraenim berstatus Risiko Tinggi, maka PSBB.

Editor: Refly Permana
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Makin meningkatnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Muaraenim mendapat sorotan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Kabupaten Muaraenim.

IAKMI menilai jika kasus terus bertambah selama tiga minggu, maka Muaraenim harus berlakukan PSBB.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Pengurus Cabang IAKMI Kabupaten Muaraenim, Ujang Suherman, Jumat (11/9/2020).

Karena Alasan Ini Pemain Sriwijaya FC Pilih Potong Rambut, Jelang Kick Off Liga 2 Indonesia

Ia mengatakan bahwa melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Muaraenim saat ini sudah sangat menghawatirkan.

"Bagaimana kita tidak khawatir, setiap hari selalu ada penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Sampai dengan 10 September 2020 terkonfirmasi covid-19 di Kabupaten Muaraenim sudah mencapai 534 kasus, angka kematianpun kian bertambah," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, IAKMI Muaraenim mengusulkan kepada Satgas Covid-19 Muaraenim jika dalam 3 minggu berturut-turut Muaraenim berstatus Risiko Tinggi (Merah) tidak ada jalan lain maka Kabupaten Muaraenim harus melakukan PSBB.

Seorang Wali Murid Positif Covid-19, Dinas Pendidikan Banyuasin Kembali Berlakukan Belajar Daring

"Terutama untuk Kecamatan Muaraenim dan Kecamatan Lawang Kidul yang angka kasusnya sangat tinggi,"katanya.

Selain itu lanjutnya pihamnya juga mengusulkan kepada Pemkab Muaraenim untuk segera membuat Perbup untuk memberikan sanksi bagi masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

" Teruma yang tidak menggunakan masker, karena seperti yang kita lihat,masih banyak yang tidak menggunkan masker, bahkan ada sebagian masyarakat yang tidak percaya adanya Covid-19.

Padahal yang menjadi korban wabah ini sudah banyak," katanya.

Postingan Tendensius Mulai Ramai di Medsos Jelang Musim Pilkada, Ini Tanggapan Bawaslu Musi Rawas

Ia juga mengatakan bahwa garda terdepan dalam memutus rantai penularan Covid-19 ini bukan tenaga kesehatan, tetapi masyarakat itu sendiri.

"tenaga kesehatan itu sebagai pertahanan terakhir, dan jika kasus terus bertambah, rumah sakit overload, tentu saja penanganan pun tidak akan maksimal.

Nah sebelum itu terjadi, kesadaran masyarakat tentu sangat dibutuhkan,k arena siapa yang bisa menjaga diri mereka, keluarga mereka dan lingkungan mereka kalau bukan diri mereka sendiri," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved