Breaking News:

Fenomena Manusia Silver, Badut, dan Bersih Mobil di Lampu Merah Palembang, Tolong Jangan Beri uang

Selama pandemi Covid-19 atau Virus Corona, memunculkan modus peminta-minta semakin banyak.

SRIPOKU.COM/SUDARWAN
Manusia silver beraksi di Jalan Rajawali Palembang, Minggu (16/8/2020). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Selama pandemi Covid-19 atau Virus Corona, memunculkan modus peminta-minta semakin banyak.

Dinas Sosial Palembang pun mengaku bukan tak bertindak untuk menertibkan, namun kondisi ini juga perlu dukungan masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Palembang, Heri Aprian, mengatakan keberadaan mereka (peminta-minta) di jalanan bisa semakin betah bila masih ada yang memberikan mereka uang.

Biasanya, para peminta-minta ini berada di kawasan lampu merah Palembang.

VIRAL Surat Pernyataan Keluarga Pasien di Lubuklinggau Karena Tidak Terima Dinyatakan Positif Corona

"Tolong jangan beri mereka uang, mungkin ada yang merasa kasihan kalau tak diberi.

Tapi bukan itu yang harus dilakukan. Kalaupun ingin bantu silakan disedekahkan ke tempat-tempat semestinya yang sudah resmi," jelasnya, Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, keberadaan manusia badut, manusia silver, bersih-bersih mobil, bahkan yang terbaru manusia hijau di jalanan itu sudah mengganggu ketertiban umum.

Inilah 6 Makanan yang Baik untuk Penderita Darah Rendah (1): seperti Makanan Tinggi Vitamin B12

Namun, bukan berarti si pemberi juga tidak punya kesalahan justru mereka telah melanggar Perda Nomor 12 tentang Pembinaan anak jalanan, pengemis, gelandangan dan orang gila.

"Pada intinya meminta-minta itu tidak diperbolehkan. Yang memberi juga ada ancaman denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan badan selama tiga bulan, karena ini sudah melanggar Perda.

Namun ini sebagai langkah terakhir kami untuk tindak tegas. Kami harap masyarakat paham terkait aturan larangan memberi," katanya.

Malunya Sudah Diubun-ubun, Lutfi Agizal Ketahuan Bohong, Salshadilla Bongkar Kebusukan Sang Mantan

Dengan kondisi masih banyak yang memberi ke peminta, ini juga menjadi peluang bagi modus baru muncul hingga eksodus penyakit masyarakat lain masuk ke Palembang.

Terlebih, Tak sedikit modus-modus baru peminta-minta ini mayoritas beralasan karena kondisi pandemi.

"Jangan dijadikan alasan kondisi pandemi," katanya.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved