Breaking News:

Satu Cewek & 2 Pria Pesta Ekstasi Saat Berada di Penginapan Palembang, Ada Seorang Warga Prabumulih

PPA Polrestabes Palembang menciduk tiga orang kedapatan sedang mengkonsumsi ekstasi di salah satu penginapan Jalan Way Hitam

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Tiga warga terjaring razia sedang mengkonsumsi ekstasi. 

Satu Wanita dan Dua Pria ini Diamankan Usai Pakai Pakai Ekstasi Di Reedoorz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang menggelar razia rutin di sejumlah penginapan di Kota Palembang.

Hasilnya, anggota PPA Polrestabes Palembang menciduk tiga orang kedapatan sedang mengkonsumsi ekstasi di salah satu penginapan Jalan Way Hitam, Kecamatan IB I, Palembang, Sabtu (5/9/2020) sekitar pukul 12.30.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono, melalui Kasubnit PPA, Ipda Hj Fifin Sumailan, mengatakan pelakunya yakni BI (21) warga Prabumulih, A (22), dan AR (32).

Video : Kebakaran di Lorong Syailendra Kertapati Palembang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

"Kita mengamankan ketiga pelaku ini karena lantaran sedang mengkonsumsi ekstasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Lanjutnya, razia semacam ini digelar guna mengantisipasi terjadinya hal tersebut yang cukup marak di Palembang.

Tak berhenti sampai di sini, Unit PPA akan terus melaksanakan razia di sejumlah tempat-tempat seperti penginapan maupun kos-kosan di Palembang.

"Tunggu saja, kami gencar adakan giat razia. Kalau ada ketemu lagi seperti ini, tentunya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

BREAKING NEWS: Kebakaran di Lorong Syailendra Kertapati Palembang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Sementara, A mengakui saat digrebek oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang sedang mengkonsumsi ekstasi bersama kakak sepupunya AR dan seorang perempuan RD.

"Saat digerebek itu kami sudah mengkonsumsi ekstasi sambil mendengarkan musik remix dan sedang tiduran," katanya.

Sedangkan untuk barang sendiri dibeli di daerah Sukarame seharga Rp 280 ribu.

Status IPM Sumatera Selatan Tinggi Sebelum Pandemi Covid-19

"Kami beli cuma satu butir bagi bertiga dan saya sudah lima bulan terakhir ini mengkonsumsi barang haram tersebut, atas kejadian ini saya menyesal dan bertobat," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved