Pemerintah Tambah Subsidi Bunga KUR, Perbankan Pegang Peranan Penting Percepat Roda Ekonomi

Guna mempercepat putaran roda ekonomi segmen UMKM, Pemerintah tambah subsidi Bunga KUR. Perbankan punya peran penting

Tayang:
Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM / Syahrul Hidayat
Penenun dilengkapi masker menyelesaikan tenunan songket khas Palembang di Rumah Songket Fikri Collection Jl KI Rangga Wirasantika, Palembang, Rabu (12/8/2020). Untuk bertahan agar karyawan tetap bekerja, Fikri Collection yang merupakan UMKM Mitra Binaan PT Pertamina Persero terus berproduksi dan berkarya berkreativitas produk di masa pandemi Covid-19. SRIPOKU.COM/SYAHRUL 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Dalam upaya mempercepat laju roda ekonomi khususnya pada sektor usaha Mikro, kecil dan menengah (UMKM), pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mendorong realisasi penyaluran program kredit usaha rakyat (KUR).

Guna mewujudkan rencana tersebut pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga KUR menjadi sebesar 6 % sampai dengan Desember 2020, dari sebelumna 6 % selama 3 bulan dan 3 % selama 3 bulan.

Kebijakan subsidi bunga KUR ini mendapat respon pihak perbankan, dan menyatakan siap untuk mendukung langkah pemerintah tersebut.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Tbk Rully Setiawan mengatakan, penambahan subsidi bunga ini akan memberikan keleluasaan debitur untuk mengatur arus kas dalam situasi pandemi ini.

Sebagai informasi, realisasi KUR Bank Mandiri per Juli 2020 mencapai Rp 9,20 triliun kepada 109.750 debitur, sementara porsi penyaluran ke sektor produksi telah mencapai 61,42% dari target sebesar 60% yang ditetapkan pemerintah.

Dikatakan, Bank Mandiri optimistis dapat mencapai target KUR yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebab, dengan kelonggaran PSBB di beberapa tempat, roda perekonomian khususnya UMKM kembali bergeliat.

"Oleh karena itu seperti tahun-tahun sebelumnya realisasi KUR Bank yang selalu mencapai target, tahun ini dan ke depannya kami optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya kepada Kontan.co.id, Senin (31/8).

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Bambang Setyatmojo menyebut, sejatinya di tengah kondisi upaya menggeliatkan ekonomi saat ini, peran perbankan sangat penting, baik dalam upaya memberikan tambahan modal usaha maupun keringanan kewajiban bagi mitra usaha sebagai akibat kondisi permintaan hasil produksinya belum kembali normal.

"Kami sangat menyambut baik dan mendukung terobosan-terobosan kebijakan dari pemerintah untuk membantu UMKM dapat survive usahanya dan kembali ke normal, termasuk kelonggaran atau perpanjangan waktu dalam memberikan tambahan subsidi bunga KUR, sehingga membantu UMKM dapat bernapas lebih panjang dan dapat menata lebih baik kondisi usahanya," terangnya.

Saat ini BNI sedang berusaha untuk memberikan akses yang mudah kepada UMKM untuk segera bangkit.

"Terbukti setelah fase shock Covid-19 di bulan Maret-Mei 2020 permintaan KUR dan penyaluran KUR sangat terbatas, namun sejak bulan Juni 2020 ekspansi penyaluran KUR kembali normal," ungkapnya.

BNI Kucurkan Kredit Rp 10,75 miliar, Gairahkan Perekonomian Sektor Perkebunan Sawit

Pandemi Covid-19 Perburuk Kinerja Perusahaan Pembiayaan, Permintaan Kredit Motor dan Mobil Lesu

Perbankan Tingkatkan Pencadangan Antisipasi Naiknya Risiko Kredit Macet

Per Juli 2020 penyaluran KUR BNI sudah mencapai sekitar Rp 10 triliun. Menurut Bambang, dengan peningkatan kemudahan akses melalui penambahan outlet pemutus kredit dan channel digital, BNI optimistis di tahun 2020 target penyaluran KUR sebesar Rp 22 triliun bisa tercapai.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul https://keuangan.kontan.co.id/news/percepat-laju-roda-ekonomi-bank-siap-genjot-kur?page=all

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved