Breaking News:

Wartawan Dihadang dan Dihalangi, Ketua PWI Muba Minta Diusut Tuntas

Ketua PWI Muba Herlin Koisasi SH, menyesalkan penghadangan wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/Fajeri
Dua wartawan yang bertugas di Kabupaten Muba ketika melaporkan kejadian yang dialami ke SPKT Polres Muba. 

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Ketua PWI Muba Herlin Koisasi SH, menyesalkan adanya tindakan yang menghalangi tugas wartawan. Dia meminta agar kasus ini dapat dituntaskan pihak yang berwenang karena sudah melanggar Undang Undang Pers No 40 Tahun 1999.

“Ya, kita tidak bisa terima jika ada yang menghalangi tugas wartawan dalam mencari berita,” kata Herlin Koisasi, Selasa (1/8/20).
Terkait permasalahan itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas permasalah yang menimpa kedua anggota wartawan tersebut.

" Kami minta kepada Aparat Penegak Hukum, untuk mengusut tuntas kejadian ini, dan tolong terapkan Undang-undang Pers sebagaimana mesti karena ini adalah tugas dan fungsi Pers, sekali lagi kami minta kejadian ini agar segera diselesaikan,"jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Muba Erlin Tangjaya SIK setelah menerima laporan adanya kasus penghadangan terhadap wartawan mengatakan telah memerintahkan kanit pidum untuk melakukan penyelidikan.

“Saya telah perintahkan kanit pidum untuk segera menyelidiki kasus tersebut,”ungkapnya.

Sikap ketua PWI Muba tersebut terkait dengan apa yang dialami dua wartawan saat meliput ke Kecamatan Sungai Lais, Muba.

Dua Wartawan WM dan IH bersama narasumber melakukan kroscek kebenaran adanya dugaan pembangunan Sekolah Dasar yang bermasalah di dusun Muara Padang kembang umur desa Epil kecamatan Lais.

Atta Halilintar Diam Membisu Saat Wartawan Tanyakan Kasus Sang Ayah Nikah Lagi, Ada Masalah Apa?

Diduga Ucapkan Kata Provokasi Pukul Wartawan dan LSM, Oknum Camat MY di OKU Selatan Meminta Maaf

KABAR GEMBIRA Penyerahan Rekening Karyawan untuk Dapat Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Diperpanjang

Namun, dalam perjalanan dua wartawan tersebut dihadang oknum masyarakat. Bahkan narasumber AG (32) yang mendampingi wartawan mengalami luka tusuk sedalam 7 cm. Sedangkan dua wartawan berhasil melarikan diri dan mendapat pengamanan dari masyarakat.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved