Breaking News:

Berita OKU Selatan

Dinas Sosial OKU Selatan Batalkan Pelatihan dan kembalikan Uang Pungutan Insentif Petugas Tagana

Dinas Sosial Kabupaten OKU Selatan membatalkan kegiatan pengukuhan dan pelatihan petugas relawan serta akan mengembalikan pungutan petugas Tagana.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Tarso

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Dinas Sosial Kabupaten OKU Selatan membatalkan agenda kegiatan pengukuhan dan pelatihan petugas relawan serta akan mengembalikan uang pungutan potongan terhadap honor insentif 50 orang petugas tagana rekrutan baru Tahun 2020.

Dikatakan Kepala Dinas Sosial OKU Selatan Drs Endar Suhairi MSi bahwa pembatalan dilakukan mengingat petugas tagana merasa keberatan dengan pungutan serta akan melaksanakan kegiatan pada tahun depan dengan mengunakan anggaran.

"Karena banyak yang tidak setuju terpaksa kita batalkan karena itu hak mereka, mudah-mudahan kita laksanakan di tahun depan dengan dana anggaran,"ujar Endar Suhairi dikonfirmasi Senin (31/8/2020).

Dikatakannya, sehubungan dengan dibatalkannya kegiatan pengukuhan dan pemantapan tersebut dana pungutan yang telah terlanjut dikumpulkan akan segera dikembalikan pada yang berhak yakni petugas Tagana melalui transfer pada rekening masing-masing.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya Ajak DPD KAI Sumsel Jaga Pancasila Sebagai Dasar Negara

Tingkat Kesejahteraan Rakyat, HD Dukung Pembangunan BP3 dan Hibahkan Lahan 99 Hektare di Keramsasan

Kasus Positif Covid-19 di Muara Enim Melonjak, Begini Tanggapan Anggota Dewan Fraksi Demokrat

"Kita kembalikan secepatnya akan dimasukan kembali lewat rekening yang dijadwalkan besok,"tambah Endar.

Diberitakan sebelumnya sebanyak 50 orang petugas dilakukan pungutan dengan besaran berbeda, untuk 19 orang petugas rekrutan baru tepatnya Januari 2020 lalu dipotong Rp 750 ribu perorang atau 3 bulan honor gaji, mengingat honor insentif yang didapat perbulan hanya Rp 250 ribu.

Sedangkan 31 orang petugas lama rekrutan sebelumnya, walaupun telah melakukan pelatihan tetap sempat dilakukan potongan dengan besaran Rp 250 ribu atau satu bulan honor gaji.

Dinas Sosial beralasan, pungutan dilalukan mengingat tahun ini tidak adanya penganggaran dana untuk pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga dibebankan pada petugas Tagana dengan potongan honor instentif untuk pengadaan kegiatan pelatihan tentang mengenal bencana, cara membuka tenda dan seragam petugas.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved