Breaking News:

Anda Pelaku Usaha di Sektor Industri EBTKE, Siap-Siap Terima Konpensasi dan Insentif Dari Pemerintah

Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden terkait Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

disperindag-sumenep.co.id
Tabung CNG merupakan salah satu komponen yang mendukung untuk konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas dan memiliki empat tipe. 

SRIPOKU.COM -- Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden terkait Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Di Perpres tersebut, pelaku usaha di sektor industri EBTKE akan mendapatkan insentif dan kompensasi.

Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia Hariyanto mengatakan, insentif dan kompensasi diberikan agar pelaku usaha di industri fossil fuel mau beralih ke energi baru terbarukan.

Namun, Hariyanto tidak merinci secara detail insentif dan kompensasi yang akan diberikan tersebut.

“Poin pentingnya dalam perpres itu soal harga yang akan ditinjau agar bisa menarik investor masuk ke sektor energi baru terbarukan.

Ramalan Cuaca 33 Kota Besar di Indonesia Dari BMKG 27 Agustus 2020, Bengkulu Cerah Berawan Dari Pagi

Potret Anggun Jeni Siswono, Ibu Kandung Agnez Mo, Ternyata Bukan Sosok Sembarangan

Menikah 2 Tahun, Wanita Ini Mengaku Tak Pernah Dicintai Suami Ditinggal Saat Hamil, Videonya Viral

Selain itu juga akan mengatur soal kuota yang ditentukan oleh Kementerian ESDM, tujuannya agar bisa tercapai target 23 persen bauran energi pada 2045," Hariyanto saat webinar Sustainable Action for the Future Economoy, Rabu (26/8/2020).

"Dan yang tidak kalah penting adalah insentif dan juga kompensasi. Contohnya, insentif untuk pembangunan pembangkit listrik panas bumi serta listrik. Insentif diharapkan bisa menurunkan tarif panas bumi sehingga kompetitif,” tambahnya. 

Ketua Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia Arthur Simatupang mengatakan, perpres EBTKE diyakini bisa menarik investor untuk masuk ke sektor energi baru dan terbarukan.

“Saat ini, sejumlah pelaku usaha sudah mulai tertarik untuk switching ke EBTKE, pertama karena sudah ada regulasi dan juga biaya yang terus turun dalam lima tahun terakhir,” ujar Arthur.

Lesty Kejora Dilarikan ke Rumah Sakit Rizky Billar Khawatir, Komentar Mesranya Jadi Sorotan

Herman Deru Satu-Satunya Kepala Daerah Dinobatkan Sebagai Gubernur Inovatif Bidang Ekonomi 2020

Daftar Pemain Timnas Indonesia U-19 yang Tak Ikut Pemusatan Latihan di Kroasia, Ada Pemain Andalan

Direktur Mega Project PT PLN (Persero) M. Ikhsan Asaad mengatakan, PLN juga sudah mulai melakukan transisi energi dari fossil fuel ke energi terbarukan.

Salah satunya adalah dengan melakukan program dedisielisasi 2.600 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Tujuan dedieselisasi adalah mengganti penggunaan energi fosil impor menjadi energi yang sustainable, menurunkan BPP dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Selain itu, PLN juga mulai mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik. Tahun ini ditargetkan ada 168 titik SPKLU dengan konsumsi 12 Kwh per hari per mobil listrik atau 4.380 Kwh per tahun per mobil listrik.

“Kenapa PLN menganggap mobil listrik penting? Karena visinya adalah zero impor minyak dan misinya mempercepat laju pertumbuhan mobil listrik seperti Norwegia serta meningkatkan penjualan energi listrik,” jelas dia.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved