Breaking News:

Berita Palembang

Kemudi Kapal Seberat 2 Ton Diduga dari Masa Kerajaan Sriwijaya Dihibahkan ke Museum Balaputra Dewa

Sebuah kemudi kapal dengan panjang antara 7-8 meter dan berat lebih dari dua ton, yang diperkirakan sudah ada masa Kerajaan Sriwijaya

SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
kemudi kapal dengan panjang antara 7-8 meter dan berat lebih dari dua ton, yang diperkirakan sudah ada masa Kerajaan Sriwijaya Pada Abad ke 16, menjadi salah satu koleksi baru Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sebuah kemudi kapal dengan panjang antara 7-8 meter dan berat lebih dari dua ton, yang diperkirakan sudah ada masa Kerajaan Sriwijaya Pada Abad ke 16, menjadi salah satu koleksi baru Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa.

Kemudi kapal yang dihibahkan pada pekan lalu langsung diberikan oleh seorang pengusaha cafe atau resto di Jakabaring.

Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, Chandra Amprayadi mengatakan awalnya kemudi kapal tersebut ditemukan oleh seorang penggali pasir di kawasan Sungai Musi.

Namun Fadil, pemilik Kemudi Cafe membeli kemudi kapal tersebut dengan menjadikannya ikon cafenya selama kurang lebih tiga tahun.

Selama itu pula, banyak para ahli, arkeolog, sejarahwan dan pejabat publik melakukan penelitian dan meminta kemudi kapal tersebut untuk menjadi koleksi di Museum Negeri Sumsel.

Pemkot Lubuklinggau Berlakukan Denda Rp 500 Ribu Bagi Warga tak Mengenakan Masker

 

13 Rukun Sholat dan Syarat-syarat Sahnya Shalat, Kerjakanlah Shalat Mencegah Perbuatan Jahat (Keji)

Namun pemilik cafe menolak, melalui negosiasi yang panjang, Fadil akhirnya menghibahkan kemudi kapal tersebut kepada Museum Negeri Sumsel, pada Rabu (19/08/2020) lalu.

Menurutnya, kemudi kapal tersebut terbuat dari kayu ulin menjadi bukti sejarah kejayaan masa Kerajaan Sriwijaya.

"Kemudi kapalnya saja besar dan berat seperti itu, bisa dibayangkan kapalnya sebesar apa, waktu dibawa kesini, sekitar 20 orang yang mengangkat kemudi itu," ujarnya.

Dari struktur kayu dan bentuknya yang besar, kemudi kapal tersebut diperkirakan berasal dari masa kesultanan Palembang atau sebelum Islam masuk.

Halaman
12
Penulis: maya citra rosa
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved