Virus Corona di Sumsel

Pemkot Lubuklinggau Waspadai Kedatangan Daerah Tetangga, Hajatan Pernikahan Akan Dievaluasi

saat ini terjadi lonjakan signifikan warga tepapar Covid-19 atau Virus Corona hingga mencapai 160 orang.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Eko Hepronis
Walikota Lubuklinggau sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Akibat dari kelonggaran terhadap kegiatan masyarakat dimasa pandemi Covid-19, saat ini terjadi lonjakan signifikan warga tepapar Covid-19 atau Virus Corona hingga mencapai 160 orang.

Bahkan terjadi klaster penularan baru.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, mengaku untuk mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 forkopimda telah sepakat kembali melakukan penekanan terhadap prosedur protokol kesehatan hingga sanksi tegas.

Download (Unduh) MP3 Lagu Nunu Nana - Jessi, Rapper Ternama Korea Selatan, Lengkap Lirik & Terjemah

“Kita sudah bahas secara detail mengenai sanksi terhadap tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan berupa penutupan.

Bagi hajatan dan terbukti melanggar protokol kesehatan, sanksinya akan dihentikan. Apalagi sejauh ini sudah ada dua orang yang meninggal dunia,” katanya pada wartawan, Jumat (14/8/2020).

Ia menyampaikan, saat ini patut diwaspadai masyarakat dari daerah tetangga yang bertransaksi ekonomi di Kota Lubuklinggau.

Ia meminta kepada para pendatang untuk sama-sama menjalankan protokol kesehatan.

"Sedangkan berkaitan dengan dunia pendidikan, sampai saat ini belum diperbolehkan sekolah tatap muka kecuali di wilayah yang kasus Covid-19 dinyatakan zona hijau serta tidak terjangkau internet," ungkapnya.

Marbot Masjid di Lahat Ini Dulu Sehat & Gemuk, Kini Bak Tulang Belulang Hidup, Butuh Uluran Tangan

Selanjutnya berkaitan dengan hajatan, juga akan dilakukan evaluasi.

Bahkan harus ada pendampingan baik dari pihak Babinsa, Babinkamtibmas serta Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Ingat Covid-19 itu ada, maka dari itu selalu waspada dan patuhi protokol kesehatan agar terhindar dar Covid-19, setiap hajatan harus ada izin Kapolsek, bila perlu ditambah posko antara posko di Masjid Agung dan Posko RCA,” ujarnya

Kemudian untuk pelaku usaha, jika terbukti melanggar protokol kesehatan akan diberikan sanksi mulai sanksi ringan hingga ancaman penutupan tempat usahanya.

Demikian pula prosesi akad nikah, kedepan akan dilakukan di rumah ibadah sementara mengenai hajatan perlu ditegaskan kembali melalui surat edaran Walikota Lubuklinggau.

Transparansi dan Proporsional dalam Penyelesaian Sengketa Lahan Perkebunan

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa dalam pengetatan Polri segera menerapkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

"Nanti dimulai dari pasar Inpres dan akan dibagi berbagai titik. Mengenai masker sudah dibagi ribuan masker kepada masyarakat.

Dan pihaknya terus mensosialisasikan sekaligus himbauan mengenai protokol kesehatan, apalagi ada kasus positif Covid-19 yang dirawat satu hari langsung meninggal dunia," tambahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved