Seorang ASN Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir Mengaku ke Komisi ASN: 7 Tahun Bekejar Tak Ada Masalah

"Saya dicopot begitu saja tanpa prosedur yang jelas. Saya bahkan pernah membuat Bupati Ogan Ilir mendapat penghargaan

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa/handout
Seorang ASN Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir Mengaku ke Komisi ASN: 7 Tahun Bekejar Tak Ada Masalah 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Ardha Munir, Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan merasa pencopotan keputusan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam terhadap dirinya tersebut tidak sesuai dengan prosedur.

ASN bernama Ardha Munir ini, menuntut Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam, agar dirinya dikembalikan pada jabatan sebelumnya atau diberi jabatan setara.

Dijelaskan Ardha Munir bahwa, dia merasa dirugikan dengan keputusan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam yang mencopot jabatannya dari Kepala Bagian Hukum dan HAM di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Dalam kasus ini, Ardha Munir merasa bingung dan kecewa dengan pencopotan dirinya dari Kepala Bagian Hukum dan HAM di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Apalagi selama selama 7 tahun menjabat Kepala Bagian Hukum dan HAM di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir itu, Ardha Munir merasa tidak pernah melanggar displin pegawai dan berkinerja baik.

Bahkan dikatakan Ardha Munir, bahwa atas kinerjanya itu, bahkan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam pernah mendapatkan piagam penghargaan di bidang hukum dan HAM dari Menteri Hukum dan HAM.

"Saya dicopot begitu saja tanpa prosedur yang jelas. Saya bahkan pernah membuat Bupati Ogan Ilir mendapat penghargaan dari Kementrian Hukum dan HAM selama menjabat," kata Ardha dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/3020).

Merasa diperlakukan tidak adil dan sewenang-wenang, Ardha Munir melaporkan permasalahan yang menimpa dirinya ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta.

Menurut Ardha Munir, KASN akan menelusuri dengan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait seperti Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat Ogan Ilir.

"Sebagaimana tertuang dalam surat Komisi ASN tanggal 18 Juni 2020 yang ditandatangani Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto, menemukan memang benar telah terjadi pelanggaran prosedural dalam pemberhentian saya tersebut," kata Ardha.

Menurut Ardha Munir, Bupati Ogan Ilir diminta supaya dia dikembalikan ke jabatannya semula, atau pada posisi lain yang setara.

Selanjutnya Ardha Munir mengatakan, Bupati diberi waktu selama 14 hari untuk melaksanakan perintah dari KASN.

"Namun hingga saat ini, sudah lebih dari 14 hari, saya masih terkatung-katung sebagai staf biasa di Inspektorat OI," kata Ardha.

Menurut Ardha Munir, dirinya telah berencana untuk beralih ke jabatan fungsional di Inspektorat Ogan Ilir dan sudah mengikuti tes serta sudah dinyatakan lulus.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved