Breaking News:

Mengapa Hewan Kurban Mengamuk Saat Akan Disembelih? Apa Benar Stres?

Diantaranya, hewan kurban seperti sapi yang mengamuk sehingga sulit untuk ditumbangkan dalam proses penyembelihan.

Mengapa Hewan Kurban Mengamuk Saat Akan Disembelih? Apa Benar Stres?
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ilustrasi penyembelihan hewan kurban

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Sumatera Selatan mengutarakan persoalan yang kerap dialami para panitia penyembelih hewan kurban.

Diantaranya, hewan kurban seperti sapi yang mengamuk sehingga sulit untuk ditumbangkan dalam proses penyembelihan.

Ketua PHDI Sumsel, drh Jafrizal, mengatakan sapi yang mengamuk didasari karena ada perlakuan yang membuat dia stress sebelumnya.

Untuk menghindari stres terlebih dengan kondisi orang ramai sebelum penyembelihan, maka tempat penampungannya sangat disarankan tertutup pembatas dengan orang banyak, terpisah dengan tempat penyembelihan disarankan lebih dari 15 meter.

Awal Mula Seorang Remaja di Palembang Jadi Korban Kekerasan Seksual Waria di Malam Idul Adha, Trauma

"Walau mereka hewan, insting mereka juga kuat, jangan sampai melihat kawannya disembelih dan mencium bau darah. Ini bisa memicu stress," jelasnya, Sabtu (1/8/2020).

Selain itu, dirinya menyarankan dapat juga dengan cara menutup mata hewan yang liar mulai dari kandang ke tempat penampungan.

Meski tidak ada tata laksana khusus untuk menangani hewan kurban yang stres, tapi sebaiknya untuk tempat penyembelihan hewan kurban agar ke depan memenuhi syarat-syarat tempat penyembelihan yang telah diatur dalam Perwali Kota Palembang no 56 Tahun 2018.

Jadi Korban Kekerasan Seksual Waria di Palembang, Remaja Laki-laki Ini Trauma, Keluarga Lapor Polisi

Yakni minimal menyediakan tempat penurunan sapi, tempat penampungan dan tempat penyembelihan serta tempat penanganan daging dan jeroan yang memenuhi syarat.

"Juga disarankan mempunyai peralatan tempat gantung karkas dan alat restrain utk sapi sehingga memudahkan dalam merobohkan sapi.

Dengan adanya alat restrain maka tidak membutuhkan lagi orang banyak," jelasnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved